RROL.ID., Pematangsiantar – PMKRI Cabang Pematang Siantar menggelar diskusi publik bertajuk “Satu Tahun Pemerintahan Wali Kota Pematangsiantar ” Antara Janji dan Realisasi” di Aula Paroki Gereja Katolik Santo Joseph Pematangsiantar Pematangsiantar.Kamis (19/2/2026)
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pelantikan Dewan Pimpinan Cabang PMKRI Pematang Siantar Periode 2026–2027.
Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Fransisco Mezgion Hutauruk, menerangkan komitmen organisasinya sebagai mitra kritis pemerintah daerah.
“Sebagai organisasi mitra kritis pemerintahan, kami akan terus memberikan masukan dan kritik yang membangun melalui diskusi-diskusi publik terkait arah kebijakan dan kepemimpinan di Kota Pematangsiantar,” ucapnya
Fransisco mengatakan sejumlah catatan strategis terhadap satu tahun pemerintahan, di antaranya persoalan pembangunan infrastruktur, beban pajak masyarakat, peningkatan sumber daya manusia yang tepat guna, serta tata kelola ruang kota yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Kota Pematangsiantar bisa maju dan berkembang jika dikelola dengan tepat dan terarah. Satu tahun waktu belajar sudah habis, sekarang waktunya berlari. Kita mencintai kota ini, maka kita mengkritiknya. Jika kami cerewet, itu tandanya kami sayang,” terang Fransisco
Diskusi publik tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Pastor RD Repanta Ginting Ambrosius Nainggolan OFM Cap (Vikep Pematangsiantar), Dr. Muldri Pasaribu, S.H., M.H. (akademisi USI), Monang Pandiangan, S.Si., S.H. (pengamat sosial), dan Kristian Silitonga, S.H. (pengamat politik).
Dalam prosesi pelantikan, Pastor RD Repanta Ginting secara resmi melantik Fransisco Mezgion Hutauruk sebagai Ketua Presidium PMKRI Cabang Pematang Siantar Santo Fransiskus dari Assisi menggantikan Maruli Tua Sihombing.
Pastor Repanta Ginting menekankan pentingnya integritas dan loyalitas dalam menjalankan roda organisasi.
“Pelantikan ini bukan sekadar formalitas, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi nilai-nilai organisasi, serta menggerakkan anggota dalam semangat kebersamaan,” ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Pematangsiantar Kepala Dinas Perhubungan Drs. Daniel Hamonangan Siregar, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya diskusi publik tersebut.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dan kontrol sosial. Ruang dialog seperti ini dinilai penting dalam membangun transparansi, evaluasi, serta sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat, gereja, bangsa, dan negara. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, termasuk organisasi kemahasiswaan,” katanya.
Ia berharap kepengurusan PMKRI yang baru mampu melahirkan gagasan-gagasan segar, kritis, dan konstruktif demi kemajuan Kota Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
Kegiatan ini turut dihadiri Forkopimda Pematangsiantar dan organisasi Cipayung Plus, serta para senior PMKRI.
Reporter : Jose Sumbayak


