Forum KEK Sei Mangkei Ancam Demo Tutup Akses Industri, Jika Tidak Diakomodir

Terkait

RROL.iD, Sei Mangkei – Forum Peduli Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei (FPM KEK) akan gelar audensi sekaligus penegasan posisi masyarakat kawasan ke PT Kawasan Industri Nusantara (Kinra) Sei Mangkei Selasa mendatang. Rencana tersebut dirumuskan setelah FPM lakukan rapat yang digagas oleh Badan Pembina. di Cafe Anggur-Kosan Tata  Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalugun. Selasa (8/9/2026).

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pendiri, pembina dan pengurus dari berbagai wilayah yang bersentuhan dengan KEK Sei Mangkei, diantaranya Simalungun, Batu Bara dan Asahan. menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah terkait tenaga kerja masyarakat lokal yang belum konsisten dan menjadi komitmen pihak PT Kinra untuk memprioritaskan dalam bekerja. selain itu, belum maksimalnya pemberdayaan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Sei Mangkei yang merupakan bagian dari organisasi FPM KEK Sei Mangkaei.

Selain itu, tidak baiknya komunikasi PT Kinra terhadap organisasi masyarakat khususnya FPM terkait pemberdayaan sistem limbah yang menjadi ranah PT Kinra, akan tetapi setiap warga forum mencoba mengajukan untuk kerja sama pihak managemen selalu bekelit bahwa itu bukan ranah mereka, padahal PT Kinra bertanggung jawab penuh terhadap pengendalian dampak lingkungan dan penyediaan infrastruktur dasar kawasan, termasuk sistem pengaliran air limbah terpadu (wastewater treatment / WWTP) berbasis sistem gravitasi, sehingga terkesan vendor yang notabene anggota FPM selalu di asingkan.

Kemudian, tidak bersedianya PT Kinra memfasilitasi Tenant (penyewa lahan/pabrik) untuk menjalin kordinasi dengan FPM dengan dalil bahwa management Kinra hanya bagian sarana dan prasarana, namun beberapa temuan diduga banyak keterlibatan oknum PT Kinra dalam hal pengadaan material, tenaga kerja, dan transportasi. sehingga apa yang dikatakan kepada organisasi selama ini hanya mengelabui warga sekitar.

Turut menjadi rekomendasi FPM untuk pertemuan kepada management PT Kinra adalah meminta penjelasan terkait kejadian kebakaran PT Evyap Sabun Indonesia milik Turki beberapa waktu lalu yang menewaskan beberapa pekerja hingga ada yang melompat dari ketingggian.

Ketua Pembina Ruslan Purba menyampaikan rekomendasi tersebut akan disampaikan secara audensi sekaligus silahturahmi dengan Plt. Direktur PT Kinra yang baru Alwin Abdi. sebab beberapa tahun terakhir FPM tidak dihiraukan dan dipertimbangkan pihak KEK Sei Mangkei.

“Jika audensi berakhir dengan deadlock maka kita akan kerahkan semua massa masyarakat Ibu-ibu, pemuda, pelajar dan mahasiswa untuk demo dan menutup akses Industri sampai pihak management menggubris tuntutan FPM. selain itu forum akan adakan aksi ke Memprindag Republik Indonesia di Jakarta untuk menyampaikan kondisi real di kawasan tekait kurangnya management industri mengakomodir masyarakat khususnya FPM,” kata Ruslan.

Ketua FPM Kek Sei Mangkei Sapruddin Purba sepakat dengan gerakan itu, dimana gerakan itu sudah lama tidak dilakukan dan menyebabkan kawasan industri memandang sebelah mata terhadap Forum Masyarakat.

Salah satu anggota Pembina, Rudi Samosir menegaskan masyarakat jangan terkelabui dengan pernyataan pihak management kawasan yang menyatakan putra daerah kurang kemampuan, kapasitas dan pihak management hanya bertugas terkait penyedia sarana dan prasarana.

“Sekali lagi saya sampaikan stop kita terkelabui, tidak masuk akal untuk kelas buruh kasar masyarakat sekitar tidak memiliki kemampuan. kemudian kompetensi? perlu diketahui tidak ada orang yang punya kompetensi kalau sebatas baru selesai pada jenjang pendidikan sarjana khususnya jurusan kimia atau sesuai kebutuhan pihak Industri. setelah bekerja, traning dan di kompetensikan pihak perusahaan, itu baru ditemukan kompetensi. stop kita dibohongi,” tegas Rudi.

Reporter : Hisar Marpaung

spot_img

Terkini

Related Articles