RROL. ID, Tanah Jawa – Ratusan Petani Bah Jambi II, Baja Dolok dan Pagar Jawa Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun sangat membutuhkan uluran tangan dan gerak cepat dari Pemerintah Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara dan Pusat terkait rusaknya saluran pintu air yang mengairi 200 hektar areal persawahaan mereka yang saat ini sedang masa tanam.Kondisi padi akan Hancur jika tanggul Irigasi tidak segera diperbaiki

Akibat sewulan lamanya air tidak masuk mengairi sawah mereka dikarenakan pecahnya benteng tanggul saluran tersebut, Tanah areal persawahaan mereka terlihat mulai mengering, retak dan terancam rusak serta gagal panen.

Ratusan petani merasa sedih dan sangat mengharapkan kehadiran pemerintah dalan kesusahaan yang mereka alami saat ini.
Swadaya masyarakat selama ini telah dilakukan, dengan berupaya memperbaiki benteng yang pecah menggunakan Tanah di masukan kedalam karung. Namun akibat volume pada saluran Irigasi utama tersebut sangat besar ini kali keempat benteng tersebut pecah.

Swadaya lainnya juga sudah dibuktikan petani dengan berpartisipasi dana melalui petugas air bermarga Sitorus yang bertugas jika ada kendala kecil pada air irigasi menuju kesawah, mereka selalu aktif memperbaiki, namun untuk kali ini pecahnya tanggul bukanlah masalah kecil melainkan sangat besar dan harus melibatkan pemerintah.

Partisipasi itu di kutip 1(satu) kaleng beras per hektarnya jika di rupiahkan sekira 250 ribu per hektarnya setiap sekali penen.
Salah seorang pekerja dilapangan ditemui Minggu(25/1/2024) mengatakan bahwa permasalahan ini telah di sampaikan ke Pemkab Simalungun dalam bentuk proposal yang ditanda tangani oleh Camat Tanah Jawa Maryaman Samosir, SH, Pangulu Baja Dolok Jumawan, S.P dan Ketua Maujana Bunaedy, S.Pd beberapa hari lalu.

Selain itu, pihak Pemkab bersama instansi juga sudah turun melakukan survey namun, belum diketahui kapan Pemkab akan bertindak. Katanya.
Salah satu petani Oppusungguh(85) sangat mengharapkan gerak cepat dari Pemerintah Kabupaten yang sangat memihak para petani. Sebab jika hal ini terlambat ditangani maka sekira 200 hektar sawah akan terancam Gagal panen di Tanah Jawa Kabupaten Simalungun.

Sementara per Ha sawah dapat menghasilkan sekira 3-6 Ton padi kalau di konversi ke beras 1 ton padi kurang Lebih menghasilkan 650kg beras. Artinya jika ini dibiarkan maka ditaksir 650.000 ton beras akan hilang dari Simalungun Kecamatan Tanah Jawa Khususnya.
“Untuk itu kami berharap kepada Bupati Simalungun Radiapo Hasiholan Sinaga dapat segera bertindak menjawab kesusahaan kami petani. Sebab, ini adalah pendapatan kami menghidupi keluarga dan anak kami,” katanya.

Terpisah Wakil Bupati Simalungun Jonni Waldi menjelaskan bahwa permasalahan ini sudah masuk ke Pemkab Simalungun dan sedang di bahas untuk tindak lanjut.
“Saya juga sudah desak Dinas BPBD dan Pertanian, Peternakan agar segera mungkin bertindak,” katanya.

Dilapangan terlihat sejumlah perwakilan petani sedang bekerja memperbaiki benteng tanggul yang pecah tersebut dengan harapan padi mereka dapat teraliri air sementara waktu.
Reporter : B. Sinaga


