RROL. iD, Pematangsiantar – Terkait informasi dugaan pelecehan seksual terhadap siswi di SMP 3 Pematangsiantar oleh oknum Guru inisal T di Kota Pematangsiantar cepat disikapi Dinas Pendidikan Pematangsiantar.Â
Menurut sumber, bahwa oknum guru tersebut diberi sanksi skorsing hingga Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak(PPA) serta Tim Psikologi melakukan assesment kepada anak sehingga terang benderang siapa saja korban lainnya dan kapan saja dilakukan dugaan pelecehan tersebut.
Namun, ada dugaan oknum guru melalui teman sesama guru berupaya melakukan intimidatif kepada sejumlah siswi korban dan teman korban agar mereka tidak memberikan keterangan sejujurnya atas kasus sangat memalukan tersebut kepada siapapun termasuk kepada orangtua mereka.
Masih kata sumber, oknum guru tersebut diduga inisial US dan 3(tiga) orang rekannya sesama guru, sejak pagi mereka masuk ke setiap ruangan menemui siswi – siswi dengan himbauan intimidasi agar para siswi tidak bicara kebenaran.
Orang tua korban menyampaikan akan mengadukan upaya intimidatif yang dilakukan oknum guru US dan rekannya ke Polres Pematangsiantar jika tetap berupaya membungkam, sebab keluarga menilai ini tindakan melawan hukum, dan membungkam upaya membuka kebenaran.
“Apalagi hingga kini oknum guru terduga pelaku pelecehan belum ada itikad ataupun pengakuan atas perbuatannya, tetapi orang tua siswi mengapresiasi Kepala Dinas yang telah menetapkan sanksi skorsing. Tetapi jika tetap masih melakukan intimidasi kepada siswi dan belum ada upaya pengakuan dari pelaku, kami akan mengadukan dugaan ini ke Unit PPA Polres Pematangsiantar, ” Kata salah satu orangtua siswi. Kamis (22/10/2026)
Selain itu, menurut beberapa keluarga bahwa korban siswi mengalami trauma dan ketakutan atas kejadian tersebut. beberapa siswi sebenarnya sudah tidak mau bersekolah, akibat kejadian dan intimidasi tersebut. kehadiran korban Kamis(22/10/2026) kesekolah sebenarnya akibat didesak orang tua untuk menyelesaikan kasus tersebut.
Sebelumnya, diketahui melalui sumber pelecehan terhadap 3 (tiga) orang siswi dilakukan dengan metode menegur serta meremas payudara, dan pernah juga terjadi bagian kaki si oknum guru ke kemaluan siswi tersebut, dilakukan sekira beberapa waktu lalu.
Sumber juga menyampaikan belum diketahui apakah diruangan lain atau kelas lain tempat guru mata pelajaran tersebut masuk, masih ada korban, sedang di selidiki sejumlah guru di sekolah tersebut.
Kepala Sekolah SMP 3 Pematangsiantar P Gultom, belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut.Â
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Saiful, juga belum memberikan keterangan resmi atas kasus tersebut.Â
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Agustina Bulan Lasma Sihombing, S.Sos, M.Si juga belum memberikan keterangan atas kejadian tersebut.
Reporter : J Sumbayak

