RROL,iD, Bosar Maligas – Forum Peduli Masyarakat Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei tuntut pengelola kawasan PT Kawasan industri Nusantara (Kinra) memprioritaskan warga lokal Humas dari FPM KEK Sei Mangkai bagi perusahaan(tenan), Utamakan pengusaha lokal, Wajibkan suplier material dari warga sekitar dan tenaga pekerja lokal. yang ditegaskan dalam pertemuan audensi FPM KEK Sei Mangkei dengan PT Kinra di kantor PT Kinra, Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Selasa (15/9/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah pendiri, pembina dan pengurus FPM. serta disambut oleh Miswarinda dan beberapa staf perusahaan mewakili Plt Dirut Alwin Abdi yang saat pertemmuan tersebut sedang mengadakan kunjungan ke Kantor Bupati Simalungun.
Pihak perusahaan pengelola atau fasilitator sarana dan prasarana melalui Miswarinda mengatakan bahwa semua kegiatan yang ada di kawasan Industri terlepas dari intervensi PT Kinra. semua dipersilahkan untuk membangun komunikasi ke beberapa Tenant (perusahaan) terkait beberapa hal kerja sama dalam pekerjaan.
Forum sempat memanas dikarenakan jawaban pihak Kinra dianggap tidak mempedulikan warga lokal yang ada. sebab disetiap industri yang ada di indonesia semua harus memprioritaskan tenaga kerja dan kerjasama apapun terhadap lokal. menurut Joel Sinaga itu salah satu Hak Azasi yang harus dihargai, siapapun tenant masuk ke kawasan industri dan itu harus dijembatani PT Kinra.
“Jangan ada bahasa lepas tangan pihak Pengelola dalam hal ini PT Kinra. bahasa ini sudah kami telan dengan kesabaran sejak 2013, tetapi kali ini kami sedang marah! kalau tidak dapat mengakomodir, biar kami warga sekitar mengetahui cara agar kami di mengerti,” katanya dengan nada kesal.
Didalam pertemuan sempat terjadi kericuhan dikarenakan salah satu pegawai PT Kinra bernama nanda menjelaskan tata cara perusahaan vendor untuk dapat kontrak terkait lombah non B3 alias botot. yang terkesan mengkerdilkan oknum anggota FPM seolah olah pihak pengurus forum tidak mampu dalam mengelola atau mengikuti beberapa tender adlam industri, dan tidak memiliki modal yang cukup.
Ketua FPM Sapruddin Purba, M.Pd menegaskan akan tetap menunggu agar pertemuan lanjut dilaksanakan bersama Plt Dirut PT Kinra, dan diharapkan ada hasil tertulis dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan dimulai pukul 10.00 WIB dan berakhir hingga pukul 12.00 WIB dengan kesimpulan menunggu agar pertemuan lanjut dilakukan dan harus bertemu dengan Plt Dirut. pihak FPM menegaskan jika beberapa tuntutan tidak direspon baik, maka FPM akan menindak lanjuti hingga ke Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia juga di DPR RI Komisi IX.
Reporter : Hisar Marpaung

