RROL.iD, Perdagangan – Sampah berserakan di beberapa pinggir hingga badan jalan di Kota Perdagangan. sampah itu terlihat di Jalan Kuala Tanjung, SMA Negeri 1 Bandar, Asrama Polisi Kuala Tanjung, Belakang Telkom Perdagangan, Pajak sebelah Perpustakaan daerah dan Pajak Perdagangan.
Menurut warga beberapa faktor penyebab berseraknya sampah ini adalah tidak adanya lokasi Tempat pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di wilayah Kota Perdagangan, seperti di beberapa daerah yang ada. sebelumnya ada TPSS terbuat dari bangunan batu di Jalan Sadang Pangan, Jalan Simpang Stadion, dan beberapa lainnya. tetapi TPSS itu dihancurkan masa Camat Samsul Pangaribuan tetapi tidak diganti dengan solusi yang lain. kata Dirketur LRR Simalungun Joel Sinaga, Senin (149/2026)
Sejak saat itu masyarakat, bingung membuang sampah kemana lagi. sebab untuk sampah di kota Perdagangan tidak seperti dikota-kota lain ada khusus angkutan kecil hingga masuk ke gang sempit untuk menjemputnya, sehingga warga tinggal meletakkan sampah di depan rumahnya saja sudah cukup. terangnya.
Pengutipan uang kebersihan kepada warga di perdagangan dilakukan walau sebagian, tetapi penjemputan sampah hanya sepanjang jalan protokol kota Perdagangan saja. sehingga warga kesal sudah membayar tetapi tidak dijemput sampah didepan rumahnya, akhirnya sambil pergi belanja berkenderaan kepasar warga tersebut meletakkan atau membuang ditempat sembarangan.
Sebelumnya, itu pernah di bersihkan dengan melibatkan beberapa pihak Muspika dan para pengusaha setelah bersih, kemudian pihak kecamatan menempelkan spanduk dilarang serta denda bagi yang membuang sampah pada tempat tersebut. tetapi itu tidak membuat warga takut sebab, pembersihan oleh muspika tidak dibarengi dengan pembuatan TPSS di beberapa titik di kota perdagangan. pernah juga ada TPSS bak besi, diletak tetapi TPSS dengan kuota sampah tidak memadai, sehingga berhari hari tidak diangkut. kata Rudi Samosir warga perdagangan.
Perdagangan butuh TPSS, dan solusi terbaik dalam mengatasi dampak sampah yang melonjak di kota perdagangan.
“Masa ada lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang telah di berikan oleh PT Lonsum Bahlias di Nagori Sugaran semasa Bupati Radiapoh Sinaga, sampah tidak dapat diantarkan dengan baik tempatnya. justru infonya tanah TPA ditanami Ubi atau jagung oleh beberapa oknum untuk meraih keuntungan pribadi, saya minta itu semua dievaluasi dan segera didirikan TPSS di Kota Perdagangan agar warga mengetahui kemana tempat pembuangan sementara,” Tutup Joel.
Camat Bandar Supardi belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut.
Reporter : Hisar Marpaung

