PT EVYAP Sabun Indonesia Terbakar di KEK Sei Mangkei

Terkait

RROL. iD, Perdagangan – Ledakan disusul kebakaran di bangunan PT EVYAP Sabun Indonesia, hanguskan 2 (unit) biding pabrik dan tewaskan sejumlah pekerja di perusahaan milik Negara Turki di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei. Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kamis (3/9/2026) sekira pukul 09.30 WIB. 

Menurut informasi dan sesuai hasil rekaman CCTV PT Basic Indonesia di Kawasan kebakaran tersebut sebelumnya terlihat ledakan besar pada satu biding, tidak berapa lama terlihat orang melompat dari atas biding tersebut.

Pabrik tersebut baru saja di operasikan, sekitar 2 bulan dan sedang proses perlengkapan sejumlah personil dan management.

Beberapa sumber menduga sebelum ledakan ada pengerjaan las(weltes) di dalam biding, untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum rampung oleh salah satu vendor konstruksi besi, walau situasi pabrik sudah beroperasi dan sumber ledakan dari api weltes tersebut menyambar cairan kimia bagian dari bahan pabrik tersebut sehingga meledak.

Sumber lain, menyampaikan bahwa api berasal dari hubungan pendek arus listrik, hingga menyambar zat kimia bahan baku pabrik tersebut hingga meledak.

Sejumlah pihak juga menyinggung keaktifan K3 dalam kejadian tersebut, jika benar akibat api weltes, maka itu sebuah kelalaian. sebab umumnya dikawasan industri tersebut sebelum beroperasi hingga sudah beroperasi untuk merokok saja tidak diperbolehkan, sebab perusahaan banyak menggunakan zat kimia. apalagi pekerjaan weltes.

Informasi yang diterima, bahwa korban meninggal 3 orang termasuk salah satu adalah korban yang melompat dan 11 orang luka luka terbakar. Korban langsung di bawa ke RS Karya Husada dan RSU Perdagangan.  Perusahaan diduga mengalami kerugian ditaksir mencapai 30-50 miliar, akibat kebakaran itu.

Dari penelusuran, sepertinya sistem pemadam pipa tanam yang menjadi fasilitas Kawasan Industri standart internasional di lokasi tersebut terlihat tidak maksimal dan belum standar industri, sehingga untuk memadamkan api sejak pukul 10.00 berhasil padam hingga 23.00 WIB malam hari.

Dan itu melibatkan sejumlah mobil pemadam dari beberapa daerah dan instansi seperti Siantar, Simalungun, Batu Bara, TNI AD, Brimob dan lainnya, yang notabene hanya standar pemadam permukiman bukan industri.

Untuk kawasan sendiri pihak PT Kinra sebagai pengelola kawasan memiliki mobil pemadam belum kategori standart untuk industri, justru perusahaan PT Basic yang lebih lengkap memiliki mobil pemadam hingga tembakan air menjulang tinggi. Sementara basic hanya tenan(investor) bukan pengelola kawasan. Kejadian itu menjadi evaluasi sejumlah pihak.

Manager PT EVYAP belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut. 

Manager PT Kinra juga belum memberikan keterangan. 

Reporter : Suparno

spot_img

Terkini

Related Articles