RROL.ID., Medan – RSU Haji Medan pulangkan pasien BPJS Kesehatan keadaan setengah sadar di Jalan Rumah Sakit H. No.47, Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Minggu ( 28/03/2024 ).
Helmiah (55) warga Jermal XII pasien BPJS Kesehatan harus pulang dari RSU Haji Medan dengan kondisi setengah sadar bahkan sebuah selang masih terpasang dihidungnya.
Sementara Selang tersebut terhubung langsung ke lambung digunakan sebagai saluran bantu masuknya obat – obatan maupun nutrisi untuk dikonsumsi.
Helmiah masuk ke Rumah Sakit Umum Haji Medan tanggal 23 April 2024 Didiagnose sekunder Gagal Ginjal Akut (GGA) dan Hypertensi dengan jumlah ureum 322,2 dan creatinin 8,8 serta tensi hampir mencapai 200.
Anak pasien Dwi Lestari mengatakan tanggal 23 April 2024 membawa ibunya ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena menderita Diabetes dan hypertensi diatas normal.
Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan oleh tim medis RSU Haji Medan ibunya diwajibkan cuci darah oleh tim dokter. Katanya
Dari hasil Laboratorium diketahui ibu saya diagnose sekunder Gagal Ginjal Akut (GGA) dan Hypertensi dengan jumlah ureum 322,2 dan creatinin 8,8 serta tensi hampir mencapai 200. Ucap Dwi
Dwi Lestari menambahkan ” mamakku kemarin dibawa kerumah sakit Haji Medan. Mamakku diabetes lari ke hypertensi dan stroke. Terus sekarang lari juga ke sakit ginjal karena minum obat.”
Selama dirawat sudah menjalani terapi cuci Darah sebanyak dua kali diruang cuci darah walau dalam keadaan masih tidak sadar.
Setelah menjalani dua kali terapi cuci darah, tanggal 28 hari minggu pasien harus dibawa pulang kerumah dengan kondisi yang belum stabil dimana kesadaran pasien belum sepenuhnya merespon.
Dengan situasi tersebut Dwi Lestari mengaku merasas takut merawat pasien sebab masih setengah sadar ditambah lagi saat pulang keluarga pasien tidak bertemu tim dokter guna mendapatkan edukasi terkait kondisi akhir pasien sehingga ibunya layak untuk dipulangkan. Ujarnya Dwi
Terlebih lagi pihak keluarga tidak mendapatkan penjelasan apa saja yang dapat di konsumsi maupun apa saja yang tidak dapat dikonsumsi selama proses perawatan dirumah.tambahnya
“Hari inggu kami di kabarkan oleh perawat harus pulang padahal kami belum ketemu dokter untuk menanyakan apa saja yang harus dilakukan dan apa saja makanan yang tidak boleh diberi ke ibu kami, “Tutup Dwi
Pihak rumah sakit baik tim dokter maupun perawat RSU Haji Medan belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut.
Reporter : Syahyan


