Tidak Seorangpun Boleh Diabaikan

Terkait

Anggota DPD RI : Pdt. Penrad Siagian, M.Si, Teol

Perjalanan panjang atas pengalaman pelayanan dan perjuangan hak-hak kewargaan bagi masyarakat korban, kelompok rentan, disabilitas, petani, buruh, anak jalanan, masyarakat adat, Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, serta terlibat dalam berbagai pendampingan masyarakat yang sedang berkonflik, menimbulkan banyak keprihatinan.

Keprihatinan bahwa ternyata keadilan, kebenaran dan kesejahteraan terkadang hanyalah ilusi yang jauh dari realitas keseharian Rakyat.

Dibanyak pelosok kampung, sumber daya alam yang kaya dan berlimpah ternyata tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat; karena tanah, hutan dan sumber daya alam lainnya telah dikuasai oleh pemilik modal dan kuasa.

Di banyak tempat, alas hak kepemilikan yang dimiliki rakyat ternyata tidak berarti apapun saat ingin mempertahankan hak kepemilikannya; Bahkan walau tanah yang telah mereka tempati dari generasi ke generasi dan yang menjadi sumber hidupnya telah dimiliki sejak Indonesia belum merdeka. Dan di banyak sudut kota, pembangunan terasa hanya untuk segelintir orang, rakyat jelata sering hanyalah objek bahkan tidak jarang akhirnya menjadi korban.

Dan seolah seperti rumus yang berlaku, dalam hampir setiap konflik termasuk konflik agraria, pun masyarakat adat, selalu saja rakyat akan menjadi korban. Rakyat dengan semua keterbatasannya, berhadapan dengan kekuatan besar (modal dan kuasa) yang berjejaring membangun penindasan dan perampasan hak-hak hidup rakyat.

Sementara itu, bagi rakyat jelata kebanyakan, akses atas hak kewargaan yang seharusnya dijamin oleh negara seperti kesehatan, pendidikan, dan keadilan hingga kesejahteraan serasa sangat mahal dan jauh dari jangkauan rakyat.

Akhirnya kembali, kelompok terentan: petani, buruh, kaum miskin kota, masyarakat desa, masyarakat adat, perempuan, anak-anak, kelompok disabilitas, kaum minoritas baik suku, agama dan lainnya, adalah kelompok-kelompok yang sering bahkan tak jarang dengan sengaja diabaikan dalam berbagai kebijakan di tiap tingkatan, bahkan dipinggirkan hingga dalam ruang-ruang publik secara sosial.

Bahkan tidak jarang dijadikan korban dan dikambinghitamkan. Karena kelompok-kelompok rentan ini dianggap tak memiliki kekuatan dan kapasitas bahkan untuk menuntut haknya sebagai warga negara yang sah di Republik ini, karena itu mudah untuk diabaikan bahkan dikorbankan.

Bagi kami, gerakan tidak seorangpun boleh diabaikan adalah perjuangan bersama dari berbagai kelompok yang akan berdampak ketika semua bersatu dan menjadi kuat untuk berjuang bagi dirinya sendiri secara bersama-sama.

Karena itu, perjuangan tidak seorangpun boleh diabaikan adalah Panggilan Untuk Bergerak dan Berjuang Bersama bagi Keadilan dan Kebenaran, bagi Kesetaraan, dan untuk Kebaikan Semua.

Untuk itu, Rumah Pengabdian MENGUNDANG dan MEMANGGIL seluruh masyarakat di manapun berada untuk bergabung bersama dengan Rumah Pengabdian Pdt. Penrad Siagian.

Rumah Pengabdian adalah Rumah bagi semua, Rumah perjuangan dan Gerakan bersama untuk merebut kehidupan yang lebih baik, adil, dan lebih sejahtera(*)

spot_img

Terkini

Related Articles

Lewat ke baris perkakas