Membawa Tamu Mancanegara Guide Diserang dan Injak Gajah di Bukit Lawang

Terkait

RROL.ID, Bukit Lawang – Seorang Pramuwisata (Guide) Wagirun(55) warga Bukit Lawang, diserang dan diinjak gajah saat memandu tamu melalui jalur tracking di Kawasan Hutan TNGL Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat. Jumat (25/4/2026).

Menurut informasi yang diterima, korban dan beberapa temannya sedang memandu wisata beberapa tamu dari mancanegara, dan sudah menjadi kebiasaan tamu asing tertarik untuk melalui jalur hutan atau istilah tracking sambil melihat aneka tanaman, binatang hutan ditemui diperjalanan, biasanya binatang apapun ditemui tidak akan agresif menyerang saat para pengunjung melintas.

Rencana mereka bersama tamu akan menginap di hutan dalam 1 malam, dan esok harinya akan pulang melalui jalur air dengan perahu ban biasa mereka menyebutnya Cubing bukan rafting.

Setelah tiba di tengah hutan tempat biasanya para tamu istirahat bermalam dengan berkemah, beberapa dari guide dan tamu bekerja sama mencari kebutuhan kayu, bambu untuk mendirikan tenda berteduh.

Beberapa terbagi arah, untuk mencari kebutuhan tersebut. Girun (korban-red) bersama 2 tamu asing mencari bambu, disaat mencari bambu terdengar serompet gajah, dan para tamu asing senang dapat melihat gajah dalam wisatanya.

Namun, saat gajah tersebut mendekat, korban terkejut melihat bahwa binatang itu sangat besar dan datang bersama 3 ekor gajah lainnya. gajah-gajah tersebut bukan yang biasa terlihat saat para tamu atau guide tracking.

Disaat gajah mulai dekat korban sudah curiga bahwa binatang itu agresif dan akan menyerang kedua tamu asing yang bersama dia. spontan Girun mengarahkan kedua tamu berlari dan korban tidak dapat menghindar agar perhatian gajah tidak kedua temannya, dan demi menyelamatkan tamu, gajah pun menyerang korban dengan serangan gading, dekul kaki, dan injakan kaki.

Setelah korban di serang gajah-gajah itu pergi meninggalkan korban dan korban tergeletak tidak dapat berjalan. beberapa temannya guide dan tamu akhirnya memutuskan untuk memberikan pertolongan kepada korban dengan membawanya turun dan melarikan ke RSUD Julham di Kota Binjai.

Korban Girun, mengatakan bahwa kondisinya saat ini masih belum bisa berjalan, dan ia berharap akan cepat sembuh, agar dapat beraktifitas kembali. sebab, guide adalah pekerjaannya untuk memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya.

Salah satu pengurus Himpunan Peramuwisata Indonesia (HPI) Alamsyah alias Aca menyampaikan betapa beratnya perjuangan Guide untuk mempertahankan wisata bukit lawang, menambah devisa negara dan bertahan hidup demi keluarga.

“jadi bang, kami ini membawa tamu resmi permit(restribusi) oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumatera Utara tamu manca negara harus membayar 150 ribu setiap orang. dan untuk pariwisata Kabupaten Langkat lokal 8ribu dan mancanegara 8-25ribu. begitulah sumbangan devisa yang kami berikan. tetapi saat kejadian seperti itu, kami tidak tahu apa feedback yang kami terima,” kata Aca. Sabtu (26/4/2026).

Tidak ada yang menginginkan kejadian ini, akan tetapi HPI berharap ada pihak penerima atau instansi pengutip devisa tersebut hadir menjenguk para guide atau tamu jika ada insiden seperti ini. terang Aca.

“ini tidak, sudah 2 hari kejadian satupun pengutip permit Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Dinas Pariwisata Langkat tidak ada muncul, justru biaya perobatan juga pakai BPJS pribadi. inilah perilaku yang kami terima,” kesalnya.

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Langkat Hj. Nur Elly Heriani Rambe, MM belum memberikan klarifikasi terkait hal itu. 

Kepala Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumatera Utara Heri W. Marpaung, S.STP., M.AP belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut.

Reporter : Khilman Rinjani

spot_img

Terkini

Related Articles

Lewat ke baris perkakas