GMKI Menilai Bupati Simalungun Sibuk Pencitraan Tanpa Kerja Nyata

Terkait

RROL.ID, Simalungun – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Pematangsiantar-Simalungun menilai Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih lebih banyak pencitraan dibanding bekerja nyata dalam memajukan masyarakat Simalungun.

Sebab, Anton belum melakukan aksi nayata untuk mengatasi persoalan infrastruktur, pelayanan publik, dan penguatan ekonomi masyarakat desa. ia justru lebih sering menampilkan dokumentasi kegiatan simbolik dibandingkan laporan capaian kinerja yang terukur. Hal itu disampaikan Ketua Cabang Yova Ivo Cordiaz Purba, Jumat (13/2/2026).

“Sejumlah ruas jalan di beberapa kecamatan masih dikeluhkan warga, pelayanan administrasi belum sepenuhnya efisien, serta optimalisasi potensi pertanian dan UMKM belum menunjukkan percepatan yang berarti. Namun, agenda seremonial yang terus di publikasi terus berjalan seolah-olah semua persoalan telah tertangani dengan baik,” katanya.

Dia berharap pemimpin daerah seharusnya tidak terjebak pada rutinitas simbolik, seremoni tanpa evaluasi dan pengawasan yang kuat hanya akan menghasilkan kesan kerja, bukan hasil kerja.

“rakyat simalungun butuh kerja nyata, bukan pencitraan yang terus di publikasi. Bupati dan Wakil Bupati Simalungun harus berhenti sibuk dengan tampilan luar dan mulai fokus menyelesaikan masalah yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.

GMKI menyampaikan jabatan Bupati adalah amanah rakyat, bukan sekadar posisi representatif. Waktu dan energi kepala daerah seharusnya difokuskan pada penguatan tata kelola, percepatan realisasi anggaran yang tepat sasaran, serta memastikan setiap kebijakan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Simalungun.

Reporter : Tenar Rajagukguk

spot_img

Terkini

Related Articles

Lewat ke baris perkakas