RROL.iD, Perdagangan – Bangunan Koperasi Merah Putih (KMP) merusak estetika Lapangan Segitiga Perdagangan atau lebih dikenal dengan Balai Karya Murni (BKM) Kota Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.
Bangunan tersebut merusak sesuatu yang tadinya indah, rapi, atau sedap dipandang mata menjadi terlihat jelek, kotor, atau tidak enak dilihat, sebab tidak ada keserasian bangunan tersebut untuk berada di Lapangan tersebut.

Lapangan segitiga dari dulunya digunakan untuk berbagai kegiatan, baik olahraga, bermain dan pertemuan resmi baik swasta maupun pemerintah. seketika dengan berdirinya bangunan tersebut kesemberawutan pun terlihat. sebab pendirian bangunan KMP tersebut terkesan tidak memiliki perencanaan matang dan konsep dagang yang profesional. melainkan asal bapak senang(ABS) atau asal berdiri yang penting siap.
Salah satu warga R Samosir, Selasa (28/7/2026) mengomentari pembangunan KMP tersebut yang terkesan dipaksakan agar berdiri di lokasi tersebut sehingga merusak Estetika segitiga dari dulunya memiliki keserasian.
“Sekian banyak lokasi sebenarnya yang dapat dijadikan lahan untuk berdirinya KMP tersebut, ada lahan di sekitaran luar stadion, ada lahan dibelakang Gedung balai Karya Murni, ada lahan dibelakang kantor Lurah Perdagangan I untuk dijadikan lokasi strategis. namun, hanya karena target harus dibangun tanpa peduli merusak estetika atau tidak, yang penting berdiri bangunan, pimpinan senang. itu orientasinya,” kata Samosir.
Terpisah Pemerhati Kebijakan Publik Rocky Marbun, saat ditemui di kedai Kopi Koktong Jalan Cipto, menyampaikan seharusnya pendirian KMP harus memperhatikan Estetika tidak seperti konsep komando militer, laporan siap dan KMP berdiri. namun tidak diketahui apakah KMP dapat bermafaat atau tidak.
“tidak hanya di Kota Perdagangan Estetika terciderai, dunia pendidikan juga banyak tercederai akibat lahan olahraganya diambil hanya untuk kebutuhan lahan KMP. dan tidak jarang kita dengan ada juga dikuburan, di tengah sawah bahkan di tengah hutan berdiri KMP. sehingga kita tidak paham sebenanya koperasi ini untuk apa dan difungsikan untuk apa sih. semua sudah salah arah,” kata Rocky.
Pembangunan bangunan koperasi di Segitiga hingga kini belum rampung, dan terlihat beberapa pengguna fasilitas akhirnya terganggu akibat pengerjaan dan bangunan Koperasi tersebut.
Reporter : Hisar Marpaung

