Polrestabes Semarang Ekshumsi Terhadap Atlet Pencak Ayudiah

Terkait

RROL. id, Semarang – Polrestabes Semarang berencana mengajukan permohonan ekshumasi atau penggalian kembali makam atlet pencak silat Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinata (19), untuk mengungkap penyebab pasti kematiannya.

Rencana tersebut muncul setelah keluarga sebelumnya menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah almarhumah.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Agus Supriyadi, mengatakan penyidik akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak keluarga sebelum melaksanakan ekshumasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperoleh bukti medis yang dapat membantu proses penyelidikan.

Hingga Selasa (3/11/2026), polisi telah memeriksa sedikitnya 12 saksi, termasuk panitia pertandingan, pelatih, serta tiga dokter dari RS Primaya Semarang yang menangani Ayudiah. Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri rangkaian peristiwa sejak korban mengalami cedera hingga dinyatakan meninggal dunia.

Sebelumnya, Ayudiah mengalami cedera pada jari tengah saat bertanding melawan atlet Kabupaten Batang dalam ajang Porprov Jawa Tengah 2026, Senin (26/10/2026). Ia kemudian menjalani operasi di RS Primaya Semarang pada Selasa (27/10/2026). Namun, pada Rabu pagi (28/10/2026), Ayudiah dinyatakan meninggal dunia saat masih menjalani perawatan.

Pihak rumah sakit sebelumnya menyatakan operasi berjalan lancar dan kondisi pasien sempat sadar setelah tindakan medis. Sementara itu, dugaan penggumpalan darah juga masih menjadi salah satu hal yang didalami penyidik, tetapi belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan penyebab kematian.

Polisi menegaskan penyelidikan masih berlangsung. Hasil ekshumasi nantinya diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab kematian atlet muda tersebut secara lebih jelas.

Reporter : J Manurung

spot_img

Terkini

Related Articles