RROL.ID, Medan – Insiden kurang mengenakkan mewarnai malam pembukaan Ramadhan Fair XX/2026. Sejumlah jurnalis yang hendak mewawancarai Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas justru dihadang Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setdako Medan, Arafat Syam, Kamis (26/2/2026) malam.
Peristiwa itu terjadi setelah wali kota secara resmi membuka Ramadhan Fair. sejumlah jurnalis yang telah menunggu untuk memperoleh keterangan kepala daerah mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut, dihalangi ketika hendak mendekat.
Dengan nada tegas, Arafat berulang kali mencoba menghentikan langkah wartawan.
“Bang uda jam 1 ini, bang, Pak Wali mau istirahat,” ujarnya sambil memposisikan tubuhnya untuk memblokade akses jurnalis menuju wali kota.
Tidak hanya secara verbal, upaya penghadangan juga dilakukan dengan membentuk barikade bersama personel Satpol PP sehingga wartawan sulit mendekat. Sejumlah jurnalis bahkan mengaku mengalami dorongan fisik saat mencoba menjalankan tugas peliputan.
“Kami juga sudah menunggu lama Pak Wali dari tadi. Ini sebentar saja mau wawancara dan kami juga menjalankan tugas,” ujar beberapa wartawan yang berusaha menepis blokade petugas.
Salah seorang jurnalis sempat memprotes tindakan aparat yang dinilai berlebihan
“Eh kau nggak usah pegang-pegang tangan. Sebentar saja kami mau wawancara ini. Macam betul aja gaya kalian, Pak Wali Welcome”
Saat rombongan hendak meninggalkan lokasi sekitar pukul 00.45 WIB, Wali Kota Rico Waas terlihat bersedia memberikan keterangan kepada wartawan yang memanggilnya.
“Kita dukung terus acara yang setiap tahunnya ada di Kota Medan. Ini menjadi kebanggaan Kota Medan dan bagaimana perekonomian UMKM bisa berjalan dengan baik,” ujar Rico.
Ia menyebut Ramadhan Fair menjadi ruang silaturahmi masyarakat untuk berbuka puasa hingga Salat Tarawih bersama keluarga. Tahun ini, kata dia, pemerintah menyediakan sekitar 150 stan pelaku UMKM.
Rico juga mengakui masih terdapat kekurangan pada malam pembukaan dan berjanji akan segera melakukan perbaikan.
Reporter : Khilman Rinjani


