RROL.ID, Batu Bara – Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang (PUTR) Batu Bara Provinsi Sumatera Utara diduga menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar bersubsidi untuk kebutuhan alat berat milik pemerintah tersebut.
Saat jurnalis mencoba meliput lokasi tersebut, Rabu (1/11/2023) sekira pukul 12.30 Wib terlihat tangki BBM dan alat diduga penyimpanan BBM jenis solar dilokasi kantor PU tersebut.
Seorang pegawai coba dikonfirmasi mengatakan bahwa Kadis PUTR Kurnia Lisnawatie sedang tidak berada ditempat. melainkan sedang Dinas luar mengikuti rapat kerja Kementerian PUPR di Batam.
Ketua Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Darmansyah mengungkapkan, terkait dengan adanya tangki BBM solar berkapasitas 10 ribu liter di areal Dinas PUPR di Desa Gambus Laut, Kecamatan Limapuluh Pesisir, diduga berisi BBM Solar yang digunakan untuk alat berat milik Pemerintah tersebut.
Di lokasi perkantoran PUTR Batu Bara, Tampak tangki BBM solar milik Dinas PUPR keberadaanya lebih kurang sudah 2 tahun. Tangki bercorak biru laut tersebut di tempatkan di areal luas. Namun sayang, keberadaan tangki ini terkesan tak terawat.
Ditambah lagi, tangki ini disebut-sebut untuk menampung pembelian solar industri sesuai DO yang dipasok secara resmi oleh Pertamina. Namun sayang, baik jurnalis maupun warga sekitar tak pernah melihat adanya truk Pertamina yang datang mengisi langsung.
Hal janggal lainnya, pemindahan BBM solar dari tangki timbun ke kendaraan/alat berat milik PUPR juga menjadi pertanyaan, sebab di areal tangki tidak ditemukan adanya pompa dispenser laiknya staisun/SPBU umum.
Yang terlihat di lapangan hanya sejumlah tong-tong bertuliskan Pertamina berserakan di lapangan, bahkan ada yang sampai di teras kantor. Areal tangki juga tampak bekas-bekas solar hitam yang sudah mengering.
Sejumlah narasumber menyebutkan jika keberadaan tangki BBM solar tersebut hanyalah “kamuflase alias modus”.
Sebab, selama ini kebutuhan BBM solar alat berat milik PUPR menggunakan BBM bersubsidi yang bekerjasama dengan oknum-oknum.
Sumber lain mengatakan, penggunaan BBM setiap harinya mencapai 1 ton. Selain disuplay, BBm dibeli menggunakan jerigen ke sejumlah SPBU. “Tidak ada. Tangki ini hanya kamuflase, BBM mitra-mitra mereka dari BBM bersubsidi.
Seharusnya wajib menggunakan BBM industri, bukan BBM bersubsidi yang diperuntukan bagi warga kurang mampu,” ujar sumber.
Berdasarkan informasi, PUPR memiliki aset 10 unit alat berat. Saat ini, yang ada di kantor hanya 1 unit, sedangkan sisanya masih di lapangan.
Sejumlah warga juga mempertanyakan alat-alat berat yang berada di luar apakah disewakan atau memang untuk kebutuhan dinas.
Plt Kadis PUPR Batu Bara, Kurnia yang dikonfirmasi di ruangan kerjanya tidak berada di tempat.
Sementara itu, Kabid Peralatan, Lendi dan Kabid Bina Marga Tamrin juga yang dikonfirmasi tidak berhasil ditemui.
Reporter : Bimais Pasaribu


