RROL.ID, Perdagangan – Jaringan Nasional Aktifis 98 Sumatera Utara segera menyampaikan surat terkait dugaan penyimpangan yang dilakukan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 14.211.213 Jalan Asahan Perdagangan, Nagori Bandar, Kecamatan Bandar , Kabupaten Simalungun.
SPBU tersebut diduga sudah cukup lama melakukan praktik penyelundupan BBM Pertalite dan Bio Solar Berubsidi, namun tidak pernah mendapat tindakan tegas dari APH dan Pertamina. kata Kordinator Jarnas 98 Sumut Bung Cheker di Medan. Selasa(31/12/2024).
Katanya, menurut warga, Indikasi penyelundupan tersebut dilakukan dengan praktik menjual pertalite dan bio solar kepada pembeli yang menggunakan jeregen, subuh dini hari dan siang hingga sore hari.
Mereka akan selalu menaikkan plank bertuliskan “Pertalite/Solar Sedang Dalam Perjalanan” hampir setiap hari.namun disaat sudah masuk pembeli menggunakan jeregen dengan menggunakan mobil pribadi, dan transportasi lainnya, mereka menjual pertalite dan bio solar tersebut. terang warga.
Hal itu menimbulkan rasa kesal bagi pengguna kendaraan roda dua dan roda empat. “Pagi saya kemari Sedang dalam perjalanan tulisannya, siang saya kemari pertalite habis tulisannya. Heran kita bang masa setiap hari begitu, namun kalau pembeli jeregan ada BBM nya bang. Memang SPBU ini cowoknya ditutup aja bang. Biar sama sekali nggk usah isi minyak awak disini,” kata Suherman. Sabtu (28/12/2024).
Warga dan konsumen banyak mengeluhkan SPBU tersebut. Hingga pernyataan agar station tersebut ditindak dan ditutup saja, sebab tidak bermanfaat bagi masyarakat. kata Rahim.
Humas SPBU Jono hingga saat ini tidak memberikan keterangan resmi.
Humas Pertamina Region I Medan belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut.
Sebelumnya, Lembaga Gerakan Sosial Lingkar Rumah Rakyat Indonesia melalui Direkturnya Joel Sinaga setelah menerima banyaknya keluhan warga dan konsumen di Perdagangan terkait station BBM tersebut. Telah menyampaikan surat kepada APH dan Pertamina Region Medan prihal penindakan atas dugaan tersebut serta penutupan sebab, berkali-kali kali melakukan hal yang sama.
Reporter : T RGGK


