Massa Gerilyawan Aksi terkait Kelangkaan Minyak Goreng dan Wacana Presiden Tiga Periode

Terkait

RumahRakyatOnline.id, Pematangsiantar – Puluhan massa Gerakan Rakyat Melawan (Gerilyawan) melakukan Aksi di Kantor DPRD Kota Pematangsiantar, terkait Kelangkaan Minyak Goreng, Kenaikan PPN dan Wacana Jabatan Presiden 3 Periode. Kamis (21/4/2022).

Aksi tersebut dimulai dari Universitas Simalungun Indonesia(USI) kemudian berjalan menuju kantor perwakilan Rakyat Siantar.

Ada beberapa tuntutan yang disampaikan oleh masa kepada perwakilan Rakyat di Kantor tersebut, diantaranya, Menolak kenaikan BBM, Koreksi kelangkaan minyak goreng, Menolak kenaikan PPN, Menolak wacana penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode.

Selain itu, meraka meminta Pemerintahan Kota Pematangsiantar agar Membenahi masalah Irigasi dan Daerah Aliran Sungai (DAS), meng-Inventarisir aset aset daerah agar dapat diberdayakan sesuai fungsinya dan Meminta pemerintah agar lebih peka membenahi kota terkait dengan maraknya eksploitasi anak dan menjamurnya tempat hiburan malam.

Anggota DPRD Siantar Swandi Sinaga menyatakan saat menemui massa aksi, mendukung kajian yang berbentuk tuntutan massa aksi Gerilyawan. Itu tampak dari diperlihatkannya kepada massa aksi draft yang akan di bahas dalam Rapat dewan terkait Hiburan malam, eksploitasi anak juga banjir yang sering melanda di beberapa titik kota Siantar.

Tidak hanya itu, Perwakilan Pemko Siantar Pardamean Silaen juga menyatakan akan melakukan RDP dan LKPJ bersama anggota DPR berdasarkan tuntutan massa untuk segera di perhatikan serta ditindak lanjuti sesuai kajian dan Tuntutan massa Aksi Gerilyawan. Serta akan menertiban monumen Tata Nugraha yang berlabel Union / dijadikan tembok Iklan oleh STTC

Setelah itu massa aksi kembali dan membubarkan diri dengan tertib.

Reporter : Feri Panjaitan

spot_img

Terkini

Related Articles

Lewat ke baris perkakas