RROL. ID,Perdagangan – Ratusan Masyarakat tergabung dalam Forum Komunikasi Serikat Tolong Menolong Perdagangan melakukan aksi Demonstrasi ke Kebun PT. PP Lonsum Bahlias, Tbk dan Kantor Kecamatan Bandar mendesak realisasi pelepasan Tanah wakaf yang diajukan warga dan Pemerintah Kabupaten Simalungun. Jumat (27/10/2023). Sekira pukul 09.00 Wib.
Sebelumnya, Pemkab Simalungun sesuai Undang Undang Perkebunan yang baru saja disahkan bahwa Kebun harus merealisasikan lahan untuk kebutuhan Industri rakyat dan kebutuhan sosial, mengajukan 10 Hektar Luas pelepasan untuk kebutuhan masyarakat Perdagangan termasuk ada wakaf didalamnya.
Pengajuan sudah disampaikan namun, hingga kini belum juga direalisasikan.
Sementara wakaf warga Pengkolan Perdagangan dan Simpang Mayang telah penuh sehingga, warga kesulitan jika ada kemalangan dan melakukan pengukuran dikarenakan tidak adanya lagi tempat.
Salah satu Kordinator Aksi Adri Pinontoan menjelaskan, sebelum Pemkab Simalungun, masyarakat telah berkali kali mengajukan permohonan untuk wakaf, hanya saja pihak Perkebunan hingga saat ini tidak merealisasikanya.
“Itu menjadi alasan kenapa kami melakukan aksi mendesak agar lebih cepat realisasi mengingat sudah padatnya kuburan yang ada di wakaf masyarakat,” kata Adri.
Aksi dimulai dari depan wakaf Simpang Mayang dilanjutkan ke Kantor PT Lonsum. Setelah itu, masyarakat membubarkan diri dengan tertib.
Reporter :Tenar Rajagukguk

