DPRD SU Minta PTPN IV Sinergikan Kebun dengan Pariwisata

Terkait

RumahRakyatOnline.id, Simalungun – DPRD Sumut mengingatkan PTPN IV Sidamanik soal integrasi Kebun teh dengan pariwisata. langkah inilah yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan kebun Bah Butong – Toba Sari di Kawasan Simalungun. Bukan terjebak pada isu yang kontraproduktif seperti optimalisasi lahan dan konversi. Hal ini dikatakan komisi B DPRD Sumut Gusmiyadi. kamis(17/7/2022)

Komisi B banyak belajar soal tata kelola pariwisata yang terintegrasi dengan perkebunan. Ini adalah langkah strategis DPRD Sumut untuk mulai mempelajari hal-hal yang sekiranya dapat memaksa pihak perkebunan untuk mulai melirik sektor ini tanpa menyakiti masyarakat.

“Ribuan hektar lahan kebun teh di Simalungun itu merupakan hamparan yang indah. Posisinya tidak jauh dari Danau Toba. Dijalur ini, berbagai destinasi dapat dinikmati, misalnya Air terjun Bah Beak, Bah Manik, lebah madu Takoma Sait Buntu serta Pebukitan di Simarjarunjung. Inilah yang membuat jalur Sidamanik ini menjadi lebih strategis dari lainnya”,katanya.

Dia menceritakan, potensi alam itu memang belum cukup. Dijalur Sidamanik hingga ke Danau Toba, petani-petani kopi kita sudah memperkuat dirinya untuk menyajikan kopi dan teh terbaik.

Hal ini tentu sangat dibutuhkan guna mewarnai penguatan kegiatan pariwisata kita. Belum lagi saya tau ada beberapa rumah singgah yang mulai dikreasikan masyarakat kita di Sait Buntu.

Merujuk pada seluruh potensi itulah maka sejak tahun lalu kami mulai mendesak pihak PTPN IV unit terkait untuk melakukan terobosan-terobosan terkait konsep integrasi perkebunan teh dengan pariwisata. Ini yang sesungguhnya kita butuhkan. Sebuah cara peningkatan pariwisata yang berujung pada kesejahteraan masyarakat.

Jika gagasan ini dikerjakan, seiring berjalannya waktu masyarakat kita juga harus mulai mempersiapkan dirinya. Kita butuh masyarakat yang sadar wisata, kreatif dan ramah. Jangan sampai banyak pungli. Semua pihak wajib berpikir membangun, sehingga cita-cita kesejahteraan masyarakat dapat terbangun.

Atas dasar itulah, kami mendesak pihak PTPN IV untuk segera merumuskan program pengintegrasian kebun teh dengan pariwisata ini segera direalisasikan. Tentu saja, pariwisata yang dimaksud adalah pariwisata yang melibatkan masyarakat untuk terlibat didalamnya. Bukan pariwisata yang ekslusif, pariwisata yang hanya melibatkan konglomerasi semata, tandasnya.

Reporter : Julius Sitanggang

spot_img

Terkini

Related Articles

Lewat ke baris perkakas