RROL.ID, Pematangsiantar – Fransisco Mezgion Hutauruk terpilih secara aklamasi sebagai Mandataris Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar periode 2026–2027.Senin (20/1/2026)
Pemilihan tersebut berlangsung dalam Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) di Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Wilayah I, Pondok Buluh, Kabupaten Simalungun Pada Minggu 18 Januari 2026.
Dalam sambutannya, Fransisco menegaskan bahwa PMKRI harus menjadi ruang kaderisasi yang progresif, inklusif, dan responsif terhadap tantangan zaman.
“PMKRI harus menjadi rumah bersama bagi mahasiswa Katolik untuk bertumbuh dalam iman, intelektualitas, serta keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan. Kepemimpinan ke depan harus mampu menghadirkan gagasan konkret dan aksi yang berdampak nyata,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk konsisten mengawal isu lingkungan, khususnya maraknya perambahan hutan di Sumatera Utara.
“Bencana yang terjadi di Pulau Sumatera, terutama Sumatera Utara, bukan semata akibat curah hujan tinggi, tetapi juga karena aktivitas perusahaan yang merambah hutan secara masif,” tegas Fransisco
Ketua Presidium Demisioner PMKRI Cabang Pematangsiantar, Maruli Tua Sihombing, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya RUAC yang berlangsung selama tiga hari.
“Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan semua pihak. Saya berharap seluruh kader PMKRI Cabang Pematangsiantar terus menjaga solidaritas dan menghidupi semangat perhimpunan,” ucapnya.
Maruli menegaskan bahwa RUAC bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis dalam menentukan arah perjuangan PMKRI ke depan.
“Mandataris terpilih diharapkan mampu merangkul seluruh kader dan membawa PMKRI Cabang Pematangsiantar semakin berdampak, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat,” tambahnya
Sementara itu, senior PMKRI Cabang Pematangsiantar, Sandy P. Simbolon, S.Pd, berharap kepemimpinan terpilih tetap berpegang pada nilai-nilai Gereja Katolik.
“Semoga RUAC ini melahirkan Ketua Presidium PMKRI yang tegak lurus dengan Magisterium Gereja Katolik demi mewujudkan mimpi kaum lemah, miskin, tertindas, dan terpinggirkan,” katanya.
Selain pemilihan Mandataris, RUAC juga menghasilkan sejumlah keputusan strategis, termasuk perumusan garis besar program kerja selama 1,5 tahun ke depan. Program tersebut meliputi pengkaderan mahasiswa, pelatihan kepemimpinan, penguatan kapasitas intelektual, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Reporter: Jose Sumbayak


