RROL. id, Simalungun – Ketua Kelompok Tani Damai Sejahtera Kecamatan Pematang Bandar, Jeff AT Purba, mendesak pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan realokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Simalungun. Pasalnya, kuota pupuk NPK untuk tahun anggaran 2026 resmi dikurangi dalam jumlah besar.
Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun Nomor 500.6.7/451/2026 tentang Realokasi Ketiga Kebutuhan Pupuk Bersubsidi yang ditetapkan 30 Oktober 2026, total alokasi NPK turun dari 29.629 ton menjadi 24.931 ton. Artinya ada pemangkasan sebesar 4.698 ton.
Sementara untuk pupuk Urea, alokasinya tetap sebesar 25.668 ton dan pupuk Organik tetap 1.938 ton.
Khusus Kecamatan Pematang Bandar, pemangkasannya cukup tajam. Alokasi NPK semula 1.557,96 ton menjadi 1.140,029 ton atau berkurang 417,931 ton. Sedangkan Urea tetap 1.464,98 ton.
“Pengurangan kuota ini jangan sampai menyulitkan para petani. Kita harus melihat kebutuhan nyata di lapangan, mengingat pupuk merupakan sarana vital untuk mendukung kegiatan pertanian dan menjaga tingkat produksi,” ujar Jeff AT Purba, Jumat (07/11/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Menurut Jeff, persoalan pupuk subsidi bukan hanya soal jumlah kuota, tetapi juga soal ketepatan distribusi, ketepatan waktu penyaluran, serta harga eceran di tingkat kios.
Ia menegaskan, penyaluran pupuk harus diselaraskan dengan kalender tanam di masing-masing kecamatan. Sebab waktu tanam dan panen di setiap kecamatan tidak selalu bersamaan, sehingga kebutuhan pupuk pun berbeda-beda.
“Kita harus menghindari situasi di mana pupuk tersedia, tetapi baru tiba setelah musim tanam berlalu. Ini poin krusial yang memerlukan perhatian. Distribusi harus tepat waktu dan disesuaikan dengan kebutuhan petani,” katanya.
Untuk itu, Jeff mendesak Dinas Pertanian dan instansi terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap realokasi tersebut, serta memperkuat pengawasan distribusi agar petani tidak dirugikan.
“Bagaimanapun, pasokan pupuk yang andal merupakan faktor krusial dalam mempertahankan produksi pangan serta mendukung ketahanan pangan, baik di Kabupaten Simalungun maupun nasional,” tutupnya.
Reporter : Bonar

