Suara Hilang Berulang, Pdt. Penrad Siagian Pertanyakan Data Real Count KPU RI

Terkait

RROL.ID, Medan – Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Sumatera Utara, Pdt. Penrad Siagian menyesalkan terjadinya kehilangan suara di data real count KPU yang diakses melalui website pemilu2024.kpu.go.id.

Ia menjelaskan tim IT nya menemukan setidaknya kurang lebih 4 kali suaranya berkurang dan bahkan hilang dalam kurun waktu satu minggu terakhir dari situs data Real Count KPU, dimana tahapan rekapitulasi sedang berlanjut ditingkat Kecamatan.

“Tim IT kami menemukan terjadi pengurangan suara yang signifikan, dan kejadiannya terjadi berulang, kurang lebih 4 kali. Kami sangat kecewa, terlebih kejadian ini terjadi saat proses rekapitulasi sudah di tingkat kecamatan,” kata Penrad Siagian, Sabtu (24/2/2024) di Medan.

Lebih lanjut, Penrad Siagian menyampaikan bahwa dugaan adanya permainan yang dengan sengaja merubah hasil suara dari tingkat TPS menuju rekapitulasi tingkat Kecamatan kerap terjadi, jika terjadi protes dari salah seorang saksi penyelenggaran cukup mengatakan “maaf atas kesilapan terjadi kesilapan,” jika tidak diprotes maka hasil itu akan di terapkan.

“Ini kan dari C Hasil TPS ke D Hasil Kecamatan bisa saja ada yang mengubah dengan sengaja, karena ditahapan-tahapan seperti ini sangat rawan terjadi kecurangan, buktinya suara kami hilang beberapa kali setelah data rekap sudah ditingkat Kecamatan,” terangnay.

Tim IT calon DPD RI Dapil Sumut tersebut, memperlihatkan sampel data yang berhasil dihimpun, bahwa di tanggal 25/2/2024 pukul 12.01 Wib menunjukkan jumlah suara yang diperoleh sebanyak 221.153 (9,42%) dari data yang masuk sebanyak 54,37% atau dari data C Hasil sebanyak 24.942 TPS.

Kemudian pada hari yang sama pukul 20.01 Wib berkurang menjadi 220.719 (9,37%) dari data yang masuk sebanyak 54,45% atau dari jumlah C Hasil sebanyak 24,980 TPS. Artinya bahwa suara Pdt. Penrad Siagian hilang, atau diperkirakan sebanyak ribuan bekurang dalam kurun waktu 8 jam, sementara proses input rekapitulasi di real count KPU bertambah.

“Logikanya harusnya semakin banyak data C hasil TPS yang masuk, suara kami bertambah atau minimal tidak berkurang. Jika asumsinya dari data C hasil yang bertambah sebanyak 1.56% atau sebanyak 715 TPS suara kami harusnya bertambah atau tetap. Ini kok makin berkurang ribuan, dan terjadi berulang kali? Ini dasar kami mempertanyakan ke KPU,” tegas tim IT kandidat anggota DPD RI Dapil Sumut No 17.

Sementara saat ditanya apa tindakan yang akan dilakukan pihaknya, tim IT menegaskan akan menyurati KPU sebagai tindak lanjut atas temuan-temuan yang merugikan pihaknya.

“Suara kami berkurang beberapa kali sementara calon yang lain tidak, jelas ini merugikan kami. Kami akan menyurati KPU untuk mempertanyakan hal ini,” tutup tim IT DPD RI Dapil Sumut tersebut.

Terpisah Direktur Lingkar Rumah Rakyat Indonesia Sumatera Utara Rudi Samosir, M.Ikom Senin (26/2/2024) di Medan menjelaskan praktik pencurian suara ini kerap terjadi, khususnya di internal partai. antara sesama caleg misalkan, jika merasa suaranya tertinggal dia akan berusaha mencari cara bagaimana suara partai untuk dipindahkan menjadi suara caelg. itu kerap terjadi.

Selain itu, lanjut Rudi praktik jual beli suara antara caleg nomor urut sesama partai dan berbeda partai juga kerap terjadi. misalkan setelah terjadi transaksional antara calon A yang menginginkan suara dari Calon B, maka calon A akan berusaha melakukan pendekatan dengan penyelenggara baik PPK maupun Panwas tingkat Kecamatan untuk mengubah hasil tersebut.

Jika nanti dalam pembacaan terjadi aksi protes dari saksi lain misalkan yang bukan bagian dari saksi calon A atau calon B tadi, maka mereka akan mengatakan telah terjadi kesilapan, artinya misi di kecamatan tersebut gagal. namun, mereka akan mencoba pada semua kecamatan yang termaktub dalam dapil tersebut. jelas Penggita Demokrasi tersebut.

Untuk kasus Pdt. Penrad Siagian yang saat ini melakukan protes, sebab Tim IT mereka menemukan praktik serupa tersebut, sudah selayaknya dan harus lebih cepat sebelum nanti pleno dilakukan di Kabupaten Kota. jika upaya protes dilakukan dari sekarang maka pelaksanaan pleno tingkat Kabupaten Kota penyelanggara ataupun panwas akan lebih hati hati. tutupnya.

Reporter : PJ Sitanggang

spot_img

Terkini

Related Articles

Lewat ke baris perkakas