Terkait Perbaikan Jalan Metro Warga dan PT Liga akan Adakan Pertemuan

Terkait

RROL.ID, Pematang KerasaanTerkait batalnya rencana pembangunan jalan Metro yang ada di Nagori Pematang Kerasaan yang terjadi kesalahpahaman antara  Perusahaan Air minum Dalam Kemasan (AMDK) milik PT. Tirta Bumi Medan Perkasa ( LIGA) dengan Masyarakat.

Manager Produksi Yan Rabu (11/10/2023) menjelaskan tidak ada terjadi permasalahan antara pihak perusahaan dengan pihak masyarakat terkait dengan pembangunan jalan masyarakat.

“Kita itu (liga) tidak pernah bersinggungan dengan masyarakat. Jadi gak ada cekcok, sama sekali. Gak ada”, katanya.

Dia menerangkan jika ada yang menganggap permasalahan pemasangan portal yang dilakukan pada tahun 2020 terjadi gesekan antara pihak liga dengan pihak masyarakat itu juga tidak benar.

Sebab pemasangan portal tersebut dibangun diatas jalan liga dilatar belakangi sebuah konflik antara liga dengan salah satu perusahaan lain yang baru berdiri didaerah tersebut, bukan dengan masyarakat.

“Jujur saja kenapa kita harus melakukan itu (pembangunan portal) karena ada permasalahan dengan Perusahaan lain”, tambahnya.

Apabila perusahaan yang dimaksud sudah benar – benar tidak beroperasi maka portal yang saat ini masih terpasang dan dikelola oleh Liga akan segera di bongkar.

Sekretaris Desa Nagori Pematang Kerasaan Yanti mengatakan bahwa jika memang pihak perusahaan tidak memiliki permasalahan dengan masyarakat terkait dengan pembangunan jalan maka pihak Nagori (Desa) akan menfasilitasi pertemuan perwakilan perusahaan dan perwakilan Masyarakat di sekitar Jalan Metro.

Jika hasil pertemuan yang akan dilakukan nanti tidak ada masalah, maka jalan metro akan kembali di rekomendasikan untuk dibangun.

Namun, pihak masyarakat harus sependapat terlebih dahulu agar pertemuan yang akan datang dapat berjalan lancar. Terangnya.

“Nanti kita lihatlah, kita dengar apa hasil dari pertemuan kita itu. kalau tidak ada masalahnya kita Majukan kembali”, tutupnya.

Salah satu warga A. Pasaribu mengatakan sangat berharap jalan tersebut segera di bangun, sebab jalan tersebut akan baik dilalui jika telah di Rabet Beton menggunakan Anggaran Desa (Nagori). katanya.

Sebelumnya diketahui, kronologi pembatalan pembangunan Rabat Beton atas jalan Metro diketahui bahwa pada September tahun 2019 telah terjadi pertemuan antara Perusahaan Liga dengan Masyarakat sekitar.

Dimana hasil dari pertemuan itu menciptakan sebuah surat pernyataan dan dalam poin dua tertulis bahwa dari gerbang liga menuju jalan raya sepanjang 124 meter dengan lebar 3 meter adalah milik masyarakat, dan 7 meter kekanan milik PT. Tirta Bumi Medan Perkasa.

Kemudian, 476 meter sampai ke jalan umum Perdagangan – Siantar sebelah kanan badan jalan selebar 5 meter serta sebelah kiri selebar 2 meter milik PT. Tirta Bumi Medan Perkasa lalu ditengah selebar 3 meter milik masyarakat.

Reporter : Syahyan

 

spot_img

Terkini

Related Articles

Lewat ke baris perkakas