Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the bbpress domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/rumahrak/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the health-check domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/rumahrak/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain td-cloud-library dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/rumahrak/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Berbagai Jenis Tradisi Kematian Dalam Kesukuan Orang Batak - RumahRakyatOnline

Berbagai Jenis Tradisi Kematian Dalam Kesukuan Orang Batak

Terkait

RumahRakyatOnline.id – Berbagai jenis tradisi kematian dalam kesukuan Batak. Batak adalah salah satu suku yang lahir dari Pulau Sumatera Indonesia. ini beberapa jenis adat dan tata cara pelaksanaan kematian dalam suku orang batak.

Mate Pupur : Tidak punya keturunan sama sekali .

Mate Punu : tidak meninggalkan
Anak Laki laki sebagai Penerus Marga ,hanya punya anak Perempuan .

Tilahaon : Wafat anakyg belum menikah baik masih anak-anak maupun sudah dewasa, tapi Bapak Ibunya masih ada. Tilaha : anak yang Wafat , Tilahaon : orang tuanya.

Mate Mangkar : Wafat Bapak / Ibu , meninggalkan anak-anak belum ada yang menikah .

Pongol ulu : Meninggal seorang Bapa , meninggalkan Isteri dan anak-anak yang belum dewasa ( Marsapsap Mardum ) .

Matompas Tataring : Seorang Ibu wafat meninggalkan Suami dan anak-anak yang belum dewasa.

Sarimatua : Seorang Bapak / Ibu wafat , sudah punya cucu dari Anak , punya Cucu dari Boru , tapi masih ada Anaknya yang belum nilah baik laki atau Perempuan.

Saurmatua : Seorang Bapa/ Ibu , wafat , punya cucu dari Anak Laki , punya Cucu dari Anak Perempuan , dan semua anak sudah menikah (Simpan), walaupun masih ada anak/ borunya yang belum punya keturunan . Yang penting sudah menikah (Sohot) .

Saurmatua Gabe : Seorang Bapak/ Ibu wafat , sudah punya Cicit (Nini) ,artinya ; Anak laki-lakinya sudah ada yang punya Cucu.

Maulibulung : Seorang Bapak / Ibu , wafat sudah punya buyut (Anak laki dan Anak Perempuannya sudah punya cucu ) sering disebut Marnini Marnono.
Tapi ada Syaratnya : Anak sudah nikah semua , semua punya keturunan dan tidak boleh ada yang meninggal mendahului Bapak / Ibunya .

Apa yang dicapai pada status tertinggi yaitu Saurmatua hanyalah kebanggan harga diri, sebagian orang sangat mempersoalkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan adat tersebut. Namun, sebagian besar sangat menganggumi cara pelaksanaan adat itu juga.

Walau ditinjau dari Keimanan meninggal karena Sarimatua atau Saurmatua
atau karena Punu , Pupur dan lainnya, semua sama. tinggal bagaimana kita memahaminya.

Editor : Jimmi P. Manurung

spot_img

Terkini

Related Articles

Lewat ke baris perkakas