RROL.ID, Pematang Sidamanik – Anggota DPD RI Penrad Siagian asal Sumatera Utara serap aspirasi ratusan Buruh PTPN IV kebun Teh Pematang Sidamanik, Desa Simantin, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun. Senin (11/11/2024)
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Simantin, perwakilan-perwakilan dari Buruh Harian Lepas di 10 Desa berada di areal Hak Guna Usaha (HGU) PTPN IV BUMN.
Areal HGU terdiri dari Desa Sidamanik, Pematang Sidamanik, Sarimantin ,Saittbutu, Bahbutong I, Kebun Sayur, Mekar Sidamanik, Bahbutong II, Bahbiak, dan Simantin.
Kegiatan tersebut dilakukan dengan Skema tanya jawab membahas sistem Kerja BHL dan Karyawan.
Anggota DPD RI Penrad Siagian Menerangkan saya datang kesini karena suara saya unggul di Simalungun, jadi warga saya disini sudah menjadi tanggung jawab kerja saya.katanya
Penrad menjelaskan semua tentang prosedur perburuhan di perusahaan semuanya ada aturan perundang-undangan yang berlaku di negara ini, pada dasarnya aturan tersebut untuk lebih mengutamakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dan hal itu harus menjadi tanggung jawab negara.
“Saya meminta segera dikumpulkan datanya, nanti kita ada dasar meminta pertanggung jawaban PTPN. Karena pasti akan terlihat siapa saja yang bermain-main dengan rakyat”.tegas Penrad
Untuk itu rakyat harus membangun persatuan biar tidak di memanfaatkan orang-orang tertentu.tutupnya
Kepala Desa Simantin Kenrik Damanik mengucapkan selamat datang dan berterimakasih atas kunjungan Senator Sumut Penrad Siagian, sebagai pejabat tinggi negara yang pertama kali datang berkunjung ke HGU PTPN.ucapnya
Atas kunjungannya tersebut langsung melihat dan mendengarkan apa yang telah terjadi di kebun teh ini, program Dana Desa juga tidak bisa maksimal di berdayakan karena berada di areal HGUÂ bahwa masih minim nya dukungan PTPN. Katanya
BHL PTPN IV BUMN Tipen (38) mengatakan bekerja di Perkebunan teh Pematang Sidamanik sejak ±15 tahun namun baru diangkat menjadi PKWT Kontrak 5 bulan tahun tahun 2024.katanya
“Kemudian ribuan buruh bekerja belum memiliki BPJSTek dan BPJKes “ucapnya
Reporter : Julius Sitanggang


