Korban Pelecehan Seksual Menanti Janji Walikota Siantar

Terkait

RROL. ID, Pematangsiantar – Ketua Anak Muda Bergerak Siantar – Simalungun Ahmad Fauzi kritik perkataan Walikota Pematangsiantar dr. Susanti Dewayani terkait akan menjamin kesehatan serta pendidikan anak yang menjadi korban pelecehan seksual untuk mencapai cita-citanya sebagai dokter. Rabu (29/5/2024)

Saat di ruangan Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar

Keterangan tersebut disampaikan Susanti setelah menjenguk korban di RSUD Djasemen Saragih. Jumat (21/5)/2024) kemarin.

Menurut Fauzi, masih sebatas jaminan kesehatan korban yang sudah terealisasi, sehingga Kartu BPJS dan KIS korban terfasilitasi Walikota.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Hamdani Lubis bersama sfatnya Suhendra Ginting menyampaikan kepada korban melalui Anak Muda Bergerak, hanya bisa memfasilitasi hingga sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP), namun itupun tidak mampu memberikan pegangan kepada korban melalui secarik kertas.

“Kami dari pihak Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar hanya bisa memberikan fasilitas sampai SMP,” kata Hamdan.

Sehingga apa yang di sampaikan Walikota dalam Video yang beredar tersebut adalah Hoaks. kata Fauzi.

Fauzi, mengecam keras Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar dan mendesak Hamdani Lubis di Copot dari jabatan kepala Dinas.

” Lebih tragisnya ia menghadapi pihak korban dengan bermain Handphone genggam ditangan, sehingga dinilai tidak memiliki etika moral dalam Komunikasi, ” katanya.

Korban dan Anak Muda Bergerak Siantar dalam konferensi pers nya berharap Walikota Pematangsiantar dr. Susanti bersedia bertemu langsung dengan keluarga korban.

” Tolong kami keluarga korban Ibu Walikota, jangan hanya sekedar ucapan untuk menjaga elektabilitas terhadap masyarakat demi kepentingan ibu di ajang pesta pilkada November mendatang,” katanya.

Reporter : FJ

spot_img

Terkini

Related Articles

Lewat ke baris perkakas