RROL. ID, Simalungun – Massa tergabung dalam Aliansi Masyarakat Siantar – Simalungun Peduli Pemberantasan Korupsi dan Narkotika gelar aksi unjuk rasa di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Simalungun. Senin (27/5/2024).
Aksi tersebut menuntut Kajari segera menindak lanjuti laporan pengaduan dugaan pungutan liar (Pungli) oleh oknum BNNK Simalungun dengan modus Rehabilitasi terhadap 11(sebelas) orang terjaring operasi Narkoba oleh BNNK.
Kordinator Aksi Dapot Purba menilai Kejari Simalungun mengendapkan laporan dugaan pungli tersebut, karena laporan masuk sudah berjalan selama 5(lima) bulan.
Aksi unjuk rasa tersebut membawa keranda mayat sebagai simbol telah matinya penegakan hukum di Simalungun.
Menurut informasi 27 Desember 2023 yang lalu, pihaknya telah menyampaikan laporan pengaduan kepada Kejari Simalungun terkait “kegiatan ekstraordinary dengan adanya perilaku praktik dugaan pungutan liar uang rehabilitasi terhadap penyalahgunaan Narkotika di BNNK Simalungun, namun hingga sekarang belum ada perkembangan.
Adapun menjadi tuntungan aksi adalah Kejaksaan Simalungun harus segera mengungkap, memberantas ada atau tidaknya laporan dugaan pungutan liar diwilayah BNNK Simalungun.
Kami mendesak agar Kejaksaan Negeri Simalungun harus melakukan transparansi dan menyelidiki secara menyeluruh terhadap dugaan pungutan liar yang terjadi di BNN Simalungun.
Kami menduga pihak Kejaksaan Simalungun lambat dalam penanganan pengaduan masyarakat yg sudah diserahkan sejak dari 5 bulan yg lalu ditengarai “mengendap” dan tak kunjung ada kejelasan penanganan.
Kami menduga dengan adanya program ekstraordinary di lingkungan BNN Simalungun dalam praktik penindakan (Rehabilitasi) terhadap penyalahgunaan narkotika yang sebenarnya berkedok pungli.
Kami mendesak pihak Kejaksaan Negeri Simalungun mengambil alih kasus atas penangkapan penangkapan dan penahanan yg dilakukan oleh BNN Simalungun tahun lalu dengan melakukan ekspose perkara secara terbuka sebagaimana pihak kejaksaan Negeri Simalungun termasuk salah satu aparat penegak hukum dari Tim Assesment Terpadu (TAT).
Massa aksi kemudian membubarkan diri dan mengatakan akan kembali lagi pada hari Jumat mendatang.
Reporter : FP


