Sembilan Samurai Perangi Narkoba

Terkait

Penulis : Mangapul Silalahi, SH (Mantan Aktifis Mahasiswa)

RumahRakyatOnline. Id, Medan-Sambil menikmati kopi siang ini, pikiranku menerawang tentang satu kalimat yang tepat. Relevan, berkesesuain, momentum atau apa ya. Habis membaca berita, seorang APH menjabat sebagai kasat narkoba ditangkap membawa 101 gram narkotika jenis sabu.

Berita ini menambah daftar panjang perilaku menyimpang dari aparat penegak hukum. Di Langkat, barak-barak yang konon menjadi tempat peredaran narkoba di grebek dan di hancurkan oleh aparat yang ditugaskan negara untuk itu. Belum lagi berbagai jenis judi yang di obrak-abrik. Menariknya, terjadi serentak & mengetahui dimana lokasi-lokasinya.

Sebelum ini bangsa ini terhenyak oleh sebuah peristiwa diluar akal sehat kita. Aparat yg tugas dan fungsinya mengayomi mampu bertindak brutal. Entahlah, pada saat pendidikan apakah diajarkan soal kemanusian, etika, kepatutan dan kepantasan guna mengimbangi teknik-teknik investasi, reserse, psikologi, sosiologi atau penggunaan senjata api.

Di sebuah kampung di Kecamatan Kuala, Desa Raja Tengah, Kabupaten Langkat, Propinsi Sumatera Utara, dengan keterbatasan pemahaman, dengan pengetahuan seadanya, dengan semangat untuk menyelamatkan anak-anak muda, mereka telah berbuat jauh dari yang kita bayangkan. Jangan tanya soal berapa anggaran yg telah mereka habiskan.

Relevan betul dengan situasi terkini. Berkesesuain betul dengan apa yang terjadi. Momentum ini pas betul disaat jutaan rakyat Indonesia terkesima membaca dan mengikuti perkembangan demi perkembangan berita yang dilansir hampir semua media, baik cetak, elektronik apalagi online.

Sembilan Samurai ini memang tidak mampu mengolah kata-kata. Tak mampu berbuat apa-apa saat ini. Namun, keberanian dan semangat yg mereka miliki tertular ke banyak orang. Orang-orang yang berasal dari kampung ini sesungguhnya memiliki kemauan yg kuat akan masa depan generasi muda penerus bangsa. Ancaman, bahaya akan penggunaan narkoba itu nyata.

Perang atas narkoba bagi mereka sesuatu yang tidak bisa di tawar. Itu prinsip buat mereka. Kepala mereka tegak untuk itu, apapun resikonya. Mereka tidak memiliki pangkat, jabatan, seragam, senjata api. Mereka hanya memiliki satu hal : Tekad. Tekad untuk menyelamatkan generasi muda minimal anak-anak muda di kampung mereka sana.

Terkesima awak tadi malam. Entah dapat nomorku dari mana, seorang jurnalis dari Inggris menghubungi. Berkenalan, dan bermaksud mengirimkan sejumlah pertanyaan. Dunia memang tidak lagi mengenal tapal batas.

Informasi mampu menembus sekat-sekat. Apa yang sembilan samurai yang berasal dari kampung itu lakukan, menarik perhatian dari belahan dunia sana. Interaksiku dengan mereka memang belum lama, hampir 7 bulan namun banyak hal sederhana yg mereka perlihatkan ternyata sangat berarti, kemanfaatannya berasa dan terasa.

Sembilan Samurai telah lakukan apa yang seharusnya negara lakukan. Apa yang seharusnya kita semua lakukan. Bukan sebaliknya, mengambil keuntungan dari kejahatan yang dilarang negara.

Menumpuk kekayaan dari prostitusi, judi, narkoba, pencucian uang, illegal logging atau kejahatan lainnya. Sembilan Samurai tak butuh tim khusus, atau satuan khusus. Kenapa ? Sebab niat mereka tulus, menyelamatkan generasi penerus bangsa dari bahaya narkoba.

Sembilan Samurai tak pernah berpromosi. Orang yang datang ke mereka dengan segala keresahannya. Mereka menyediakan waktu, tenaga, uang dan ratusan yang telah mereka selamatkan.

Jika berbanding dengan apa yang dilakukan instrumen negara, aku berani bertaruh yang dilakukan Sembilan Samurai ini tidak kalah.

Sembilan Samurai ini layaknya ronin yang setia, setia akan cita-cita. Membersihkan kampung-kampung mereka dari peredaran narkoba. Apa cita-cita mereka salah ? Mereka juga tidak butuh penghargaan, popularitas apalagi fasilitas. Mereka adalah samurai sejati!.

spot_img

Terkini

Related Articles

Lewat ke baris perkakas