RROL.ID, Lumban Julu – Gerakan Mahasiswa Kelompok Studi Pendidikan Merdeka (KSPM) laksanakan kegiatan Pendidikan Politik Dasar (Dikpoldas) bagi sejumlah mahasiwa-mahasiswi untuk melahirkan aktifis dan akademisi yang kritis serta peka terhadap persoalan bangsa, di Pondok Rakyat Desa Aek Natolu, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba. Jumat (28-1) Desember 2024.

Peserta Dikpoldas ini terdiri mahasiswa Nomennsen Pematangsiantar, yang umumnya memiliki latar belakang tenaga pendidik.
Kegiatan tersebut diisi dengan materi Sejarah Perkembangan Masyarakat (SPM), Sejarah Gerakan Mahasiswa (SGM), Analisa Sosial (Ansos), Filsafat, Organizer, Situasi Daerah, Situasi Nasional dan Pembokaran Mitos.
Sebagai pemantik materi yang di hadirkan oleh panitia diantaranya mantan aktifis seperti Joni Walinton (JW) eks Kelompok Studi Nomennsen (KDN), Cheker Eks Aktifis Formadas Medan, Nando eks Aktifis Karat, Kristian Simamarta eks aktifis FPPI Medan yang saat ini sebagai Direktur SMI Medan, Agus Simamora (Jangkar) aktifis KSPM, dan Daniel Parangin-angin (Jira) Aktifis KSPM.
Ketua panitia Dikpoldas Jonatan Simatupang (Bara) menyampaikan kegiatan ini digelar untuk menimbulkan tingkat kekritisan berfikir mahasiswa yang saat ini banyak tergerus oleh digitalisasi sehingga tingkat kekritisan melemah. Interaksi sosial rendah dan peka terhadap sosial juga jauh dari kenyataan.
“Kami berharap dari Dikpoldas ini akan lahir Mahasiswa Mahasiswa kritis yang peka terhadap sosial , persoalan bangsa dan persoalan kampus,” kata Bara, Minggu (1/12/2024).
Koordinator Kelompok Studi Pendidikan Merdeka (KSPM) Putri Lorensia mengucapkan terima kasih atas kesediaan waktu para peserta selama 3 (tiga) hari siang dan malam mengikuti kegiatan tersebut.
“Ini masih awal atau dasar saja, sebagai aktifis menjadi tanggung jawab kami untuk melahirkan generasi mahasiswa yang kritis dan peka terhadap kondisi bangsa dan persoalan persoalan Rakyat yang terjadi,” tutupnya.
Reporter : CKKR


