RumahRakyatOnline.id., Pematang Siantar – Sejumlah petani yang tergabung dalam Forum Tani Sejahtera Indonesia (FUTASI) melakukan aktifitas menanam seperti Jagung, Pisang, serai, Kangkung, Bayam untuk kebutuhan kelangsungan hidup di lahan yang diklaim milik PTPN III Kampung Gurilla Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Pematang Siantar. Selasa (13/12/2022).
Namun, saat melakukan penanaman petani mendapat tindakan penganiayaan dari pihak satuan pengamanan(Satpam) Kebun milik negara tersebut.
Kronologis kejadiannya, bermula saat masyarakat melakukan menanam tanaman sekira Pukul 08.00 Wib, kemudian seorang satpam yang sedang berpatroli menelepon petugas lainnya, sehingga sejumlah personil pengaman langsung menghadang kegiatan tersebut.
Saat penghadangan yang dilakukan personil Pengamanan PTPN III tersebut masyarakat tetap melakukan penanaman dan sekira pukul 03.30 Wib.
Salah seorang warga Juni Melda Nova Santi Tambunan mendapatkan tindakan penganiayaan di bagian Perut oleh seorang oknum dari PTPN III dan saat ini korban tersebut masih dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Pematang Siantar.
Setelah mendapatkan penganiayaan tersebut Korban langsung melaporkan Ke Mapolsek Martoba namun, tidak ditanggapi kemudian LBH Pematang Siantar dan LBH Amor langsung membuat laporan Ke Mapolresta Siantar.
Laporan tersebut diterima Kanit II Aiptu Hotman Aritonang surat tanda terima laporan polisi nomor polisi STTLP/B/690/XII/2022/SPKT/Polres Pematang Siantar/Polda Sumut.
Tentang telah melaporkan dugaan peristiwa pidana UU nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP pasal 351yaitu penganiayaan yang terjadi pada hari Selasa 13 Desember 2022 pukul 13.00 wib danKemudian Tim Penyidikan Brigpol Athur K Panjaitan melakukan Olah TKP.
Amel Sitanggang(34) mengatakan mereka arogan sekali sama perempuan “kakiku pun di pijak, karena kami menolak keras suguh hati dari PTPN III. Sudah hampir 20 tahun kami hidup ditanah ini”,katanya amel
“Kami akan tetap menanam tanaman kami, sebab dari situlah kami bisa makan dan dapat melangsungkan kehidupan kami, kemudian bisa menyekolahkan anak-anak kami”, kata mereka.
Reporter : Alfredo


