RROL.ID, Simalungun – Sejumlah kepala Desa (Pangulu) secara terbuka menyatakan dukungan kepada Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut 2 Anton Achmad Saragih – Benny Gusman Sinaga pada Pilkada 27 November 2024 mendatang di Kabupaten Simalungun.
Pernyataan itu disampaikan dengan berbagai alasan dan argumentasi, namun, salah satu faktor adalah sejumlah kepala Desa/Pangulu tersebut mengaku tidak sepaham dengan pola Pemerintahan RHS sebelumnya. kata Panguli Nagori Rambung Merah Tumpal Sitorus. Rabu (23/10/2024)
Diteruskannya, mereka menerangkan bahwa program gotong royong atau Maharoan Bolon, tidak sesuai aturan sebab, itu tidak diatur dalan regulasi Anggaran yang ada.
“Saya tidak sependapat dengan Incumbent, soal Marharoan Bolon, itu regulasinya di mana, aturannya di mana? Pemerintah membangun jangan ngemis atau minta minta dong ke rakyat dan pengusaha, masa sekelas pemerintah punya APBD dan APBN tumin(tukang minta), ngaku program Pemerintah lagi! Kalau zaman Belanda bisalah dilakukan karena belum jadi negara saat itu,” tamba Tumpal.
Dia mengaku masa injury time periodesasi kepala Daerah, kerap terjadi hal-hal yang membebani pemerintah Desa. “Tidak sedikit Pangulu sudah diperiksa oleh Inspektorat, sampai Unit Tipikor Polres Simalungun, ntah memang ada kesalahan, atau sengaja di cari kesalahan agar tidak lari. kurang tulah,” tambahnya lagi.
Dia membocorkan dalam setiap Rancangan Anggaran Biaya (RAB) selalu ada titipan anggaran oleh atasan, Padahal Nagori sudah merencanakan sendiri kebutuhannya. Bahkan rekanan yang mengerjakan sudah ditentukan tanpa melibatkan Pangulu.
“Jadi artinya di situ, kalau bicara kinerja kita sebenarnya kurang simpati. Karena di ajang Pilkada ini kita diperiksa Inspektorat atau diogapi,” ketusnya.
Pangulu Lestari Indah Rudianto Damanik mengungkapkan, ia gerah dengan situasi politik yang ada di Simalungun.
“Tetapi kalau kita lihat sebenarnya yang berpolitik itu tidak perlu begitu, masyarakat sudah tahu. Kalau soal kekurangan, semua ada kekurangan. Pengalaman yang lalu tentu ada yang berhasil tapi diserang, sekarang juga ada yang berhasil tapi ada juga yang kurang,” katanya.
Dia berkomentar tak etis bila pemimpin saat ini menyalahkan pemimpin sebelum-sebelumnya, padahal Pemimpin sebelumnya tersebut bukan bagian dari peserta Pilkada.
“Jadi aneh Paslon Nomor 1 itu, ntah apa aja isunya, yang baik tetap yang baik. Jangan bilang yang dulu tidak memberikan kemajuan, pembangunan, dan lainnya. Gaji, tunjangan Pangulu dan Kepala Lingkungan / Dusun bukan dari RHS. Itu dari pemerintah sebelumnya. Itu harus diingat!!!!,” tegasnya.
Pangulu Dolok Hataran Suhardi, menegaskan akan memilih siapa yang berkompeten. Pasangan Calon yang ada sekarang hanya ada No. 01 (Radiapoh Hasiholan Sinaga – Azi Pratama Pangaribuan) dan No. 02 (Anton Achmad Saragih – Benny Gusman Sinaga).
“Kalau saya langsung melihat masyarakat kami di bawah, mereka itu memilih 02. Walaupun tentu ada yang ke 01. Ya kalau saya itu ke 02 Jujur saya bilang selama kepemimpinan beliau, dibanding sama JR dulu, ya lebih baik di zaman Pak JR Saragih Kalau sekarang ada Bupati Bayangan,” ujarnya.
Reporter : J Sitanggang


