DPRD Batu Bara tidak berani bertemu dengan petani di Lahan Konflik
RROL.ID, Batu Bara – Lingkar Rumah Rakyat Indonesia meminta Pemerintah Batu Bara serius menyelesaikan kasus tanah Kelompok Tani Tanah Perjuangan Desa Simpang Gambus, yang diambil paksa oleh Perusahaan Swasta PT Socfindo Tanah Gambus sekira tahun 1970 yang silam.
Tanah tersebut saat ini ditanami pohon sawit oleh PT Socfin dan pihak masyarakat juga melakukan penanaman. terdapat kuburan milik warga, sumur dan beberapa bukti sejarah bahwa itu dulunya adalah perkampungan masyarakat petani.
Selain itu, pelaku sejarah bahwa ia lahir ditanah tersebut masih ada saat ini bersama kelompok tani untuk berjuang.
Hal ini disampaikan Direktur Lingkar Rumah Rakyat Indonesia Joel Sinaga Selasa (25/6/2024) menyikapi keseriusan Pj Bupati yang baru dilantik dan Ketua DPRD Batu Bara yang dinilai terlalu lambat dalam penyelesaian kasus ini.
Di awal Juni 2024 lalu, petani melakukan penambahan re-cleaming penguasaan lahan dilahan, sebab, semua pihak DPRD, Bupati dan BPN dianggap hanya memberi angin segar tanpa ada upaya pembentukan Panitia Khusus penyelesaian tanah tersebut.
Namun, belum banyak dilakukan penanaman oleh petani dilapangan PJ Bupati Nizhamul, SE, MM bersama Kapolres Batu Bara AKBP Taufiq Hidayat Thayeb dan pihak kebun Socfindo Tanah Gambus langsung turun kelapangan dan berjanji akan menfasilitasi pihak petani, Pemkab dan Socfindo untuk bersama berangkat ke Kementerian ATR/BPN RI agar permasalahan ini terang benderang.
Akhirnya pihak pemkab melayangkan surat ke Menteri ATR/BPN RI tanggal 10 Juni 2024 yang lalu, namun hingga saat ini belum ada jawaban kesediaan pihak kementerian untuk menerima audensi pihak tersebut.
“Oleh karena itu, sudah seharusnya pihak Bupati Batu Bara segera mungkin menyusul kesediaan pihak Menteri untuk menerima audensi tersebut. jangan biarkan berlama lama. sebab, ditakutkan petani dak mampu membendung kesabaran lagi,”kata Joel.
Ditambahkannya, DPRD Batu Bara semua takut menemui rakyatnya di posko petani, sementara anggota DPD RI dari jakarta saja tidak merasa lelah untuk datang dan duduk bersama rakyat di pos perjuangan Petani tersebut.
“Ini menjadi catatan buat rakyat dan petani Batu Bara, wakil sendiri saja tidak berani bersama rakyat, apalagi memperjuangkan hak rakyat!,”katanya kesal.
Reporter : Acong

