RROL.ID, Tanah Jawa – Terkait beredarnya informasi terdapat 2 (dua) kelompok ternak di Huta I Margosono, Nagori Mekar Mulia, Kecamatan Tanah Jawa, diduga menjual ternak lembu bantuan dari Dinas Pertanian dan Peternakan, Kabupaten Simalungun, tidaklah benar.
Ketua Kelompok Ternak Simpati VI Jihan, Jumat (20/2/2026) menjelaskan bahwa bantuan ternak tersebut tidak dapat diperjual belikan, dan itu sudah ditegaskan kepada 18 orang anggota kelompok ternak tersebut. jika di temukan ada menjual maka akan di proses secara hukum. katanya.
Ia menerangkan, benar kelompok ternak Simpati VI dan XII mendapat bantuan ternak 14 ekor per kelompok sehingga total 28 ekor. awalnya lembu tersebut di tempatkan pada satu kandang, dan pakannya di penuhi oleh 18 orang anggota kelompok tersebut.
Namun, di perjalanan terjadi ketimpangan, ada beberapa anggota tidak memenuhi tanggung jawabnya, namun memiliki hak yang sama. akhirnya terjadi kemalasan beberapa anggota yang rajin yang berdampak pada lembu mengurus.
Melihat problem tersebut, pengurus kelompok bersepakat dan akhinya memutuskan lembu di rawat secara masing – masing anggota, dan beberapa anggota yang belum mendapat akan menerima regulasi setelah lembu beranak. sehingga ternak tersebut lebih terawat dan sehat.
“jadi tidak benar dan tidak ada penjualan ternak lembu bantuan. kita tidak mengetahui dari mana datang sumber informasi tersebut. dan itu salah satu informasi yang sungguh menyesatkan. kita juga sudah suruh pihak Distan Simalungun untuk hadir melihat ternak ternak tersebut agar jelas dan tidak simpang siur,” katanya.
Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Peternakan Simalungun, drh Resna Purba menjelaskan setelah melihat langsung membantah ada penjualan seperti yang diberitakan beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, diberitakan bantuan ternak dari Dinas Pertanian dan Peternakan sudah ada yang dijual. kata salah satu warga Huta I Margosono, Senin (16/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Menurut info tersebut, bahwa ternak tersebut diduga dijual pengurus Kelompok Tani Simpati VI bermarga Sirait 1(Satu) ekor dijual seharga Rp 6,5 juta.
Bantuan ternak lembu diserahkan sekitar Desember 2025 kepada dua Kelompok Tani (Poktan) Simpati VI dan XII selaku penerima manfaat. pada malam hari sekitar Desember 2025 menggunakan dua mobil truck.
“Ternak tersebut dibagi-bagi karena memang gak ada kandangnya. dan, sebagian lagi masih ada yang angonkan sama masing-masing anggota maupun pengurus kelompok,” terang sumber.
Perlu diketahui bahwa bantuan ternak tersebut sudah diajukan sejak 2023 lalu dan realisasi pada akhir tahun 2025. tutup Jihan.
Reporter : Ranap Manurung


