RROL.ID, Simalungun – Proyek pekerjaan jalan rabat beton belum sampai 1 (satu) tahun lamanya selesai dikerjakan, dengan Dana Desa Tahun Anggaran 2024, terlihat sudah banyak rusak, pecah dan mengalami keretakan di Dusun 3 Nagori Bandar Nagori, Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun.

Seorang warga setempat meminta untuk tidak menyebutkan idenstitasnya, Kamis (6/2/2025) menjelaskan bahwa pekerjaan itu selesai sekira Desember 2024 yang lalu.
Namun terlihat pada hasil pekerjaan tersebut ada kerusakan retakan, batu batunya berserakan, begitu juga dengan beberapa bangunan rabat beton yang dikerjakan bulan februari dengan Anggaran Dana Desa 2024 banyak rusak dan ada yang amblas.
“Pada tahun 2024 ada 2(dua) kali pekerjaan rabat beton bang, Februari dan Desember. yang dikerjakan Februari sudah hancur, sepertinya pekerjaan ini lemah pengawasan dan asal dikerjakan,” katanya.
Menurut informasi yang diterima, pekerjaan ini sepertinya melibatkan beberapa oknum, bukan saja Kepala Desa (Pangulu), dikarenakan tidak mungkin pekerjaan bisa dikerjakan asal jadi tanpa sepengatahuan Pendamping Lokal Desa, Pendamping Desa Kecamatan dan Pengawasan lainnya.
Pengamat Kebijakan Kota, Joel Sinaga menerangkan, bahwa dalam setiap pekerjaan yang menggunakan anggaran Desa atau disebut Dana Desa, tahapan ada perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan.
“Pada setiap tahapan tersebut pihak Pendamping desa lokal dan Kecamatan itu sudah terlibat, apalagi perangkat Desa. Kemudian Rencana Anggaran Biaya (RAB) diawali sudah melibatkan banyak pihak hingga serah terima pekerjaan juga melibatkan pihak pihak tersebut. Jika ditemukan berbeda dengan hasil perencanaan dan pekerjaan dapat di terima inilah menjadi sebuah pertanyaan.” kata Direktur LRR Indonesia tersebut.
Pangulu Bandar Nagori Dani Damanik, Kamis(6/2/2024) sekira pukul 11.00 WIB, membenarkan pekerjaan tersebut ada di wilayahnya, terkait adanya kerusakan dia belum mengetahuinya.
“Ada 2 (dua) pekerjaan dalam anggaran kita, yaitu rabat beton dan beronjong, rabat beton tersebut kalau tidak salah saya Panjang 93 Meter, lebar 3 Meter dan tinggi 1,5 Meter. siapa yang bilang sudah rusak,” tanyanya.
Saat di ajak bersama untuk meninjau langsung lokasi dimaksud.
“Sudah kalian ajalah yang kesana, jalan ini lurus aja lewat kampung, sebelum itu nanti ada beronjong juga, ” Katanya.
Reporter : M Manurung


