Rumah Baca Anak Nagari Dikunjungi Penulis Buku

Terkait

RROL. ID, Simalungun-Kunjungi Rumah Baca Anak Nagari, Ubai Dillah Al Anshori: Program Kian Matang dan Semakin Bermanfaat untuk Masyarakat.

Rumah Baca Anak Nagari semakin mematangkan program, penguatan, dan semakin bermanfaat bagi masyarakat. Sebuah rumah baca tentunya berdiri sebagai wadah yang kian terbuka lebar untuk segala kalangan.

“Rumah Baca Anak Nagari (RBAN) bukan tempat baru bagi saya (Ubai Dillah Al Anshori), bukan pula sesuatu yang asing. Sehingga, kunjungan ini tidak aneh bagi founder, maupun anak-anak yang sedang berkegiatan di sana” sebut Ubai, Redaktur Sastra dan Budaya Rakyat Sumbar. Sabtu(29/7/2023)

Kegiatan yang dilakukan oleh rumah baca tersebut, berkaitan erat dengan penguatan, dan pemahaman anak-anak. Mulai dari membaca buku, pengenalan dasar-dasar komputer, bahkan bagaimana menggunakan Microsoft Word atau Excel. Penguatan tersebut sangat penting untuk meningkatkan pemahaman anak untuk masa depannya.

“Program yang saat ini tercipta semakin matang, semakin bermanfaat, dan terus terbenahi sedemikian rupa. Sebelumnya, rancangan-rancangan kemajuan rumah baca telah lama kita diskusikan bersama-sama, dengan visi dan energi yang padu. Hingga sampai saat ini masih bertahan” tambah Ubai, Pimpinan Ranah Kreatif.

Dr. Sulaiman yang kerap disapa Adun juga turut hadir dalam silaturahmi di RBAN. Kita harus tetap membangun kolaborasi dengan komunitas, rumah baca, dan ruang-ruang kreatif lainnya. Agar tetap hidup gerakan yang telah di bangun selama ini

“Kolaborasi menjadi salah satu kunci, salah satu jalan untuk menghidupkan gerakan Literasi yang berlandaskan gemar baca dan gemar menggali potensi dalam diri, maupun lingkungan” sebut Adun Sulaiman, Penggagas, Penasehat Komunitas Seni Kuflet.

Menjadi penting bila hal seperti ini tetap dijalin, tetap diikat dengan kerja sama antar instansi-instansi yang mau diajak menghidupkan dan berbagi untuk masyarakat disekitarnya, baik Agam maupun Bukit Tinggi

“Sebaiknya kita tidak memandang siapa yang siap berbagi dan kolaborasi dengan kita. Intinya adalah saling menghidupkan dan menciptakan hal yang positif untuk masyarakat dan sekitarnya. Agar imbas literasi terus dirasakan oleh orang-orang yang membutuhkan” tutupnya Adun, di sela-sela melihat situasi di RBAN.

Pada akhir wawancara, Ubai menambahkan bahwa di kota Padang Panjang perlahan demi perlahan iklim diskusi harus kembali dibangun. Jika pun ada hari ini iklim tersebut semoga semakin merambah ke segala sisi.

“Padang Panjang harus terbangun kembali iklim diskusi. Bila sudah ada, semoga tertular ke segala lini. Karena, kota tersebut telah ter branding sebagai kota pendidikan, kota literasi, dan masih banyak lagi sebutan yang lain telah disematkan pada kota tersebut” tutupnya Ubai, Penulis buku Tangan-Tangan Kisah ini.

Reporter : Julius Sitanggang

spot_img

Terkini

Related Articles

Lewat ke baris perkakas